Puluhan Bayi Mati di Papua Masih Misterius, Kemenkes Dikecam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi. dailyalternative.co.uk

    Ilustrasi bayi. dailyalternative.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat, Nihayatul Wafiroh, mengkritisi kinerja Menteri Kesehatan dalam mengatasi kematian misterius puluhan bayi di Papua. "Hingga saat ini, Kemenkes belum bisa memetakan penyebab kematian bayi yang telah terjadi di Dunga, Papua," kata Nihayatul dalam siaran pers yang diterima Tempo, Kamis, 10 Desember 2015.

    Menurut Nihayatul, kematian bayi itu sudah diberitakan sejak pertengahan tahun lalu, tapi tak ada perubahan yang berarti. Ia bahkan menyebutkan ada banyak versi jumlah kematian bayi. Ada yang menyebutkan sudah mencapai 71 kematian bayi.

    Melihat tak ada pergerakan yang signifikan, Nihayatul menilai Kementerian kurang merespons bencana kematian itu. Ia pun kecewa karena Kementerian belum memiliki data pasti korban meski beralasan hal itu karena daerah tersebut sulit dijangkau. Namun, menurut Nihayatul, alasan itu mengada-ada. "Ini menunjukkan buruknya kinerja Kemenkes," ujarnya.

    Politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa itu menuturkan Kementerian mendapat kenaikan anggaran di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara paling banyak, yaitu sebesar 5,05 persen yang senilai Rp 109 triliun. Dengan uang sebanyak itu, kata dia, bukan hal yang susah untuk menjangkau dan mengatasi persoalan kematian bayi di Dunga, Papua.

    Ia memberikan tenggat satu pekan ke depan kepada Kementerian Kesehatan untuk memperbaiki kondisi kesehatan anak-anak dan masyarakat di sana. "Ini masalah nyawa banyak orang, warga Indonesia yang harus segera dilindungi," ujar Nihayatul.

    LARISSA HUDA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.