Tidak Ada Saksi, Pilkada Sidoarjo Berpotensi Konflik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Arif Fadillah

    TEMPO/Arif Fadillah

    TEMPO.CO, Sidoarjo -Pemilihan bupati dan wakil Bupati Sidoarjo, Jawa Timur berjalan aman. Namun, Kepolisian Resor Sidoarjo menemukan sejumlah TPS tanpa saksi dari salah satu pasangan calon. "Ada juga beberapa saksi yang mengeluh honor mereka belum dibayar. Ini mungkin masalah internal," kata Kepala Kepolisian Resor Sidoarjo, Jawa Timur, AKB M. Anwar Nasir, Rabu siang, 9 Desember 2015.

    "Dari empat titik TPS yang tadi kami kunjungi bersama penjabat bupati Sidoarjo sejauh ini aman dan tidak ada masalah," kata dia di Pendopo Delta Wibawa Pemkab Sidoarjo seusai inspeksi, Rabu, 9 Desember 2015.

    Pemilihan bupati dan wakil bupati Sidoarjo diikuti empat pasangan calon. Mereka adalah Hadi Sutjipto-Abdul Kholik, Utsman Ikhsan-Tan Mei Hwa, Saiful Ilah-Nur Achmad Syaifudin, dan Warih Andono-Imam Sugiri.

    Menurut Anwar, tidak adanya saksi dari salah satu pasangan calon berpotensi menimbulkan konflik bila hasil pemungutan suara di antara empat paslon peserta pilkada berimbang. "Itu yang kita khawatirkan," ujar mantan Kapolres Nganjuk itu.

    Untuk TPS yang tidak ada saksi dari salah satu paslon, kepolisian memberi perhatian khusus. "Personil kita sudah antisipasi bila berpotensi menimbulkan konflik."

    Namun, penjabat Bupati Sidoarjo, Jonatan Judianto, menambahkan tidak adanya saksi dari salah satu calon tidak bisa melakukan keberatan bila nanti terjadi ketidakpuasan terkait hasil penghitungan suara.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.