Aksi Bandar Judi Pilkada, Berapa Duit yang Jadi Taruhan?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi surat suara Pemilu, Pilkada, Pilgub, dll. TEMPO/Fahmi Ali

    Ilustrasi surat suara Pemilu, Pilkada, Pilgub, dll. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jumajang - Bandar judi yang memanfaatkan momentum pemilihan kepala daerah merasa kesulitan berfokus saat pemilihan kepala daerah digelar serentak di Indonesia. Hal ini dirasakan para petaruh yang memanfaatkan momentum pilkada Jember dan pilkada Situbondo yang masuk egenda pilkada serentak se-Indonesia, Rabu, 9 Desember 2015.

    Sumber Tempo di lingkup internal para penjudi pilkada mengatakan mereka harus membagi uang yang bakal dipasang untuk taruhan di beberapa daerah yang menggelar pilkada. Sementara biasanya jumlah uang yang bakal dipertaruhkan dalam satu momen pilkada bisa mencapai miliaran rupiah, saat ini hanya ratusan juta yang dipertaruhkan.

    Contohnya, membagi uang untuk dua pilkada, yakni di Jember dan Situbondo. Sumber ini juga menyebutkan para petaruh hanya memasang uang maksimal Rp 500 juta di kedua daerah tersebut. Yang menjadi kendala adalah faktor energi orang yang bertugas mengecek hasil pemungutan suara pasangan calon yang dominan di daerah tersebut.

    "Jumlah uang yang dipertaruhkan maksimal Rp 500 juta karena ada pilkada serentak," ujar Md, pengecek suara (checker) sekaligus petaruh yang belasan tahun malang melintang dalam dunia perjudian kepala desa ataupun kepala daerah. Sepekan sebelum pilkada serentak digelar, bandar judi kelas kakap mulai memetakan suara dengan menerjunkan tim checker di daerah yang menggelar pilkada ini.

    Pola pengecekan suara ini sebenarnya tidak berbeda jauh dengan pola yang dilakukan lembaga survei. Bedanya, sementara lembaga survei menggunakan persentase, para checker menggunakan selisih angka. Dalam pengecekan suara di lapangan, para checker juga berinteraksi dengan pemilih.

    Ada beberapa elemen masyarakat yang dimintai informasi ihwal pasangan calon yang dominan di satu daerah, misalnya kecamatan. Kalangan itu berasal dari rakyat biasa, kelas menengah, tokoh masyarakat, hingga penjudi kecil di wilayah tersebut. Pengecekan bahkan sampai pada prediksi berapa kemungkinan yang golongan putih alias tidak memilih dalam pilkada. Dari situ, akan diketahui pasangan calon mana yang bakal unggul.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe