Ruhut Sebut Novanto Langgar Etik: Tak Boleh Jadi Calo Begitu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arloji mewah Ruhut Sitompul. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    Arloji mewah Ruhut Sitompul. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    TEMPO.COJakarta - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, Ruhut Sitompul, mengatakan Ketua DPR Setya Novanto telah melanggar kode etik anggota Dewan. Menurut dia, kehadiran Novanto pada pertemuan yang direkam Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin itu sudah jelas melanggar kode etik.

    "Dia mengakui adanya pertemuan. Itu saja sudah melanggar etik, tidak boleh. Fungsi kita itu legislasi, budgeting, dan pengawasan. Tidak boleh jadi calo seperti itu," tuturnya di Kompleks Parlemen Senayan, Senin, 7 Desember 2015.

    Selain itu, politikus Partai Demokrat tersebut juga menyebutkan MKD perlu memanggil pengusaha yang terlibat dalam pertemuan yang dihadiri Setya Novanto, Maroef, dan Riza di Hotel Ritz Carlton tersebut. “Perlu dipanggil Riza. Kalau Pak Luhut, Presiden, atau Wapres, kan, itu mereka yang sebut-sebut. Kalau tiga orang ini (Setya Novanto, Maroef, dan Riza) harus dipanggil.”

    Setya Novanto memang telah dijadwalkan menghadiri sidang MKD pada hari ini. Sebelumnya, MKD telah memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, Rabu, 2 Desember 2015, dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin pada Kamis, 3 November 2015.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.