Pilkada, Pelaku Kerusuhan Diancam Tembak di Tempat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPU Husni Kamil Manik (tengah) menghadiri acara peluncuran aplikasi sistem informasi berbasis teknologi (SITUNG) di Gedung Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, 7 Desember 2015. SITUNG merupakan aplikasi untuk menampilkan hasil Pilkada secara akurat dan realtime. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua KPU Husni Kamil Manik (tengah) menghadiri acara peluncuran aplikasi sistem informasi berbasis teknologi (SITUNG) di Gedung Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, 7 Desember 2015. SITUNG merupakan aplikasi untuk menampilkan hasil Pilkada secara akurat dan realtime. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Indramayu - Pelaku anarkis akan dilumpuhkan bahkan langsung tembak di tempat.Terutama bagi mereka yang berniat untuk mengacaukan pilkada di Kabupaten Indramayu. Hal tersebut diungkapkan Kapolres Indramayu, AKBP Wijonarko, Senin 7 Desembers 2015 usai pelaksanaan Apel Pergeseran Pasukan Dalam Rangka Pengamanan Pemilukada 2015 Kabupaten Indramayu di Mapolres Indramayu.

    “Siapa pun yang bertindak anarkis, maka akan dilumpuhkan. Tembak di tempat,” kata Wijonarko. Pihaknya bahkan telah menyiapkan petugas Unit Anarkis dalam pengamanan pilkada di Kabupaten Indramayu. Menurut Wijonarko, unit tersebut akan langsung bertindak saat ada pelaku anarkis yang mencoba menggagalkan jalannya pilkada.

    Ditambahkan Wijonarko, dari 2.781 tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Indramayu ada sejumlah TPS yang dinilai rawan. TPS yang diklasifikasikan rawan tersebut memiliki sejumlah kategori. Diantaranya jarak antar TPS yang saling berdekatan, kekuatan massa pasangan calon yang berimbang, kriminalitas tinggi dan memiliki riwayat terjadi kerusuhan saat pemilu sebelumnya.

    “Untuk TPS yang rawan akan dijaga oleh dua petugas,” kata Wijonarko. Sedangkan untuk TPS yang aman cukup dijaga satu orang petugas untuk beberapa TPS.

    Selanjutnya Wijonarko sudah memerintahkan kepada seluruh jajarannya untuk menjaga netralitas dan tidak berpihak kepada pasangan calon manapun. “Jika terbukti ada yang tidak netral, maka akan dipecat,” kata Wijonarko.

    Sementara itu untuk jumlah peserta yang diterjunkan untuk pengamanan pilkada di Kabupaten Indramayu totalnya mencapai 11.750 petugas gabungan. Petugas itu masing-masing terdiri dari 1.225 personel jajaran Polres Indramayu, satu SSK BKO dari Brimob Polda Jabar, satu SST Anarkhis ditambah satu SSK Dalmas Polda dan 300 personel dari Polres tetangga seperti dari Cirebon Kota, Cirebon, Kuningan, Majalengka dan Subang. Ditambah lagi 333 personel TNI Kodim dan 9,793 personel Linmas.

    Petugas keamanan gabungan tersebut akan disebar untuk melakukan pengamanan di 2.781 TPS di Kabupaten Indramayu. Selain itu mereka pun akan disiagakan di sejumlah obyek vital. “Mulai iari ini petugas mulai digeser ke TPS-TPS dan akan terus berjaga hingga rekapitulasi penghitungan hasil suara,” kata Wijonarko.

    Di Tasikmalaya, kepolisian resort setempat menemukan ada empat Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang rawan terkena tanah longsor di Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Demi keamanan para pemilih saat mencoblos nanti, TPS tersebut dipindah ke lokasi yang cukup aman.

    "Ada 4 TPS rawan, karena sudah masuk musim hujan khawatir longsor. Setelah dicek, kita pindah mendekat ke sekolah dan madrasah. Alhamdulillah," kata Kapolres Tasikmalaya Kota, Ajun Komisaris Besar Asep Saepudin saat pengecekan kesiapan personel jelang pilkada serentak, di halaman mapolres, Senin 7 Desember 2015.

    Pada pilkada nanti, Polres Tasikmalaya Kota menerjunkan 621 personel untuk menjaga tiap TPS. "Hari ini (Senin) kita cek perlengkapan personel, anggaran juga diserahkan hari ini," kata Asep.

    Para petugas kepolisian yang menjaga TPS, kata Asep, siaga selama 3 hari mulai Selasa hingga Kamis, 8-10 Desember. Selama tiga hari itu, mereka sama sekali tidak diperbolehkan pulang ke rumah. "Pelaksanaan hitung pungut suara, kita diberi anggaran selama 3 hari oleh negara. Selama itu pula, anggota tidak boleh pulang," kata Asep.

    Selama 3 hari menjaga TPS, anggota kepolisian menginap di kantor desa maupun di rumah babinkamtibmas yang ada di sekitar TPS. "Berada di sekitar TPS," kata Asep.

    Selain personel dari Polres Tasikmalaya Kota, pelaksanaan pilkada serentak di Kabupaten Tasikmalaya juga dijaga 1 Kompi pasukan Dalmas dan 1 Kompi Brimob Polda Jawa Barat. "Ada BKO dari Polda. Mereka ditempatkan di Tasikmalaya Utara dan Tasikmalaya Timur," kata Asep.

    Sementara itu, Pilkada Kabupaten Tasikmalaya diikuti oleh satu pasangan saja, Uu Ruzhanul Ulum-Ade Sugianto. Pasangan inkumben ini diusung PDIP, Partai Golkar, PAN dan PKS.

    IVANSYAH | CANDRA NUGRAHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.