Kerusuhan, Tambang Emas Banyuwangi Mengaku Rugi Rp 20 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga melintas di depan gudang yang dibakar pengunjukrasa di Pesanggrahan, Banyuwangi, Jawa Timur, 26 November 2015. Ratusan warga yang menolak adanya aktivitas tambang emas yang dikelola PT. Bumi Sukses Indo (BSI) di kawasan tersebut. ANTARA/ Budi Candra Setya

    Seorang warga melintas di depan gudang yang dibakar pengunjukrasa di Pesanggrahan, Banyuwangi, Jawa Timur, 26 November 2015. Ratusan warga yang menolak adanya aktivitas tambang emas yang dikelola PT. Bumi Sukses Indo (BSI) di kawasan tersebut. ANTARA/ Budi Candra Setya

    TEMPO.CO, Banyuwangi - PT Bumi Suksesindo menelan kerugian hingga hampir Rp 20 miliar akibat perusakan dan pembakaran infrastruktur tambang emas miliknya di Banyuwangi, Jawa Timur, pada 25 November 2015. “Kerugiannya baik material maupun nonmaterial,” kata Arif Firman, satu direktur perusahaan itu kepada wartawan di Kantor Kecamatan Pesanggaran, Senin 7 Desember 2015.

    PT Bumi Suksesindo, kata Arif, belum menyelesaikan pendataan berapa persen kerusakan infrastruktur akibat kerusuhan tersebut. Polres Banyuwangi bersama Polda Jawa Timur disebutkannya masih menyelidiki di lokasi.

    Namun dia memastikan bahwa selain kerugian material, kerugian nonmaterial juga ditanggung masyarakat lebih luas. Dia menunjuk banyak pegawai yang sementara ini menganggur karena perusahaan terpaksa berhenti beroperasi hingga waktu yang belum diketahui.

    Selain itu produksi tambang emas molor dari rencana semula pada tahun depan. "Akan tetapi kami tetap berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan produksi,” katanya.

    Ke depannya, Arif menjelaskan, PT BSI berkomitmen untuk lebih terbuka dengan masyarakat sekitar tambang. Jumlah dana pertanggungjawaban sosial (CSR) sudah ditingkatkan dari Rp 1 miliar pada 2012 menjadi Rp 4 miliar pada tahun ini. PT BSI juga telah merekrut sekitar 300 warga lokal untuk bekerja. “Tapi memang kami tidak bisa memuaskan semua pihak,” katanya.

    Rencananya BSI akan memproduksi emas dan perak secara komersial dengan produksi bijih rata-rata sebesar 3.000.000 ton per tahun, untuk mendukung produksi tahunan emas hingga 90.000 oz dan perak hingga 1.000.000 oz. Perusahaan ini mengantongi izin usaha pertambangan dari Pemerintah Kabupaten Setempat dan izin pemakaian hutan dari Kementerian Kehutanan hingga 2030.

    Semenatra, Kepala Polres Banyuwangi Ajun Komisaris Besar Bastoni Purnama, mengatakan, belum berhasil mengungkap aktor intelektual dalam kerusuhan di tambang emas itu. Penyelidikan polisi sedikit terhambat karena lima saksi kunci mangkir dari pemeriksaan 1 Desember. “Kami akan layangkan panggilan kedua,” katanya.

    Pada 25 November 2015, ribuan warga menyerbu perkantoran dan lokasi tambang PT Bumi Suksesindo di Desa Sumberagung. Massa merusak dan membakar hampir seluruh infrastruktur tambang. Kerusuhan ini berbuntut bentrok antara warga dan aparat keamanan. Sedikitnya empat warga terkena tembak peluru karet dan dua polisi juga mengalami luka berat.

    IKA NINGTYAS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.