Ketinggian Letusan Gunung Barujari Menurun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak Gunung Rinjani, Gunung Barujari menyemburkan material vulkanik terlihat dari Danau Segara Anak, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, 9 November 2015. ANTARA/HO/Mutaharlin

    Anak Gunung Rinjani, Gunung Barujari menyemburkan material vulkanik terlihat dari Danau Segara Anak, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, 9 November 2015. ANTARA/HO/Mutaharlin

    TEMPO.CO, Jakarta - Petugas vulkanologi di Pos Pengamat Gunung Api Rinjani, Mutaharlin, menyebutkan tinggi letusan Gunung Barujari Pulau Lombok, NTB, terus menurun dan saat ini di bawah 400 meter karena berkurangnya dorongan magma.

    "Pagi hari ini masih terjadi letusan sampai dua kali tapi ketinggiannya 200-300 meter, berbeda dengan dua hari sebelumnya masih mencapai 2.000 meter," kata Mutaharlin, ketika dihubungi dari Mataram, Senin, 7 Desember 2015.

    Gunung Barujari dengan ketinggian 2.376 meter dari permukaan laut (mdpl) dan berada di sisi timur kaldera Gunung Rinjani meletus pada Minggu, 25 Oktober 2015, sekitar pukul 10.45 WITA.

    Gunung Barujari juga disebut sebagai anak Gunung Rinjani (3.726 mdpl) oleh masyarakat Pulau Lombok karena terbentuk di area Danau Segara Anak Gunung Rinjani pada 1944.

    Menurut Mutaharlin, letusan Gunung Barujari berupa debu vulkanik dan asap dengan ketinggian di bawah 400 meter tidak terlihat dengan jelas dari Pos Pengamat Gunung Api Rinjani, Desa Sembalun Bumbung, Kabupaten Lombok Timur.

    Namun penurunan aktivitas letusan masih bisa terekam di alat pengukur dan pencatat gempa bumi atau Seismograf jenis analog dan digital.

    "Kalau ketinggian di atas 400 meter baru bisa terlihat dari pos pengamatan, seperti dua hari lalu masih di kisaran 2.000 meter," ujarnya.

    Meskipun aktivitas kegempaan sudah berkurang, lanjut dia, produk letusan berupa aliran lava menuju Danau Segara Anak masih terjadi dengan volume yang rendah dibanding dua hari sebelumnya. 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.