Minggu, 22 September 2019

Jokowi Minta Menteri Jonan Beri Subsidi Perbaikan Metro Mini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Ignasius Jonan saat memberi keterangan dalam rapat dengan Panitia Khusus (Pansus) Angket Pelindo II di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 2 Desember 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Perhubungan Ignasius Jonan saat memberi keterangan dalam rapat dengan Panitia Khusus (Pansus) Angket Pelindo II di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 2 Desember 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta Menteri Perhubungan Ignasius Jonan memberikan subsidi buat moda angkutan Metro Mini. Pemberian subsidi ini merupakan bagian dari pembenahan angkutan Metro Mini.

    "Arahan Presiden, kalau bisa, Metro Mini baru dikoordinasi jadi satu badan usaha, lalu diberi subsidi supaya sopirnya dapat honor berdasarkan kilometer jalan, bukan penumpang," kata Jonan setelah bertemu dengan Presiden Jokowi di kompleks Istana, Senin, 7 Desember 2015.

    Presiden, kata Jonan, menilai selama ini semangat para sopir Metro Mini untuk mengutamakan keselamatan kurang karena sibuk mengejar setoran. Dengan adanya subsidi berdasarkan kilometer, kata dia, para sopir akan lebih memperhatikan aspek keselamatan. "Selama ini semangat untuk jaga keselamatan kurang karena ngejar setoran," ucapnya.

    Jonan mengatakan sejauh ini Kementerian Perhubungan juga telah membuat peraturan demi pembenahan Metro Mini. Menurut dia, peraturan Menteri Perhubungan itu memiliki tenggat tiga tahun dan baru berjalan setengah tahun. Dalam aturan itu, angkutan umum harus memenuhi standar tertentu, misalnya memiliki pengatur suhu ruangan. "Kalau tidak memenuhi kriteria itu selama tiga tahun, ya dihapus," tuturnya.

    Dalam pertemuan itu, Jokowi juga meminta Jonan berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk membahas pencegahan kecelakaan antar-angkutan umum menyusul terjadinya tabrakan antara Metro Mini dan KRL kemarin. Jokowi meminta Kementerian Perhubungan dan pemerintah DKI Jakarta membenahi disiplin Metro Mini dan mengatasi masalah perlintasan kereta api.

    Kemarin, kecelakaan maut antara KRL dan bus Metro Mini terjadi di dekat Stasiun Angke, Jakarta Barat. Insiden ini menyebabkan sedikitnya 16 orang tewas dan delapan lainnya terluka. Menurut kesaksian Hari, 36 tahun, petugas kebersihan Stasiun Angke yang melihat langsung kejadian itu, peristiwa tersebut bermula ketika bus Metro Mini bernomor polisi B-7760-FD menerobos palang pintu perlintasan. Pada saat bersamaan, KRL rute Jatinegara-Bogor melintas, sehingga tabrakan tidak bisa dihindari.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.