'Setya Novanto Rugi Jika Mangkir dari Sidang MKD'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fadel Muhammad (tengah) dan Setya Novanto di resepsi pernikahan putrinya, Dwina Michaella, di Hotel Mulia, Jakarta, 4 Desember 2015. TEMPO/Bambang Harymurti

    Fadel Muhammad (tengah) dan Setya Novanto di resepsi pernikahan putrinya, Dwina Michaella, di Hotel Mulia, Jakarta, 4 Desember 2015. TEMPO/Bambang Harymurti

    TEMPO.CO, Jakarta -- Anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Supratman Andi Agtas, menilai Ketua DPR Setya Novanto dapat memanfaatkan forum sidang MKD untuk memberikan penjelasan klarifikasi.

    "Pak Novanto akan rugi jika mangkir dari panggilan MKD karena akan kehilangan momentum untuk memberikan klarifikasi," kata Supratman seusai diskusi "Indonesia tanpa Freeport" di Cikini, Jakarta, Minggu, 6 Desember 2015.

    MKD menjadwalkan memanggil Ketua DPR RI Setya Novanto untuk diperiksa sebagai teradu pada sidang etika, Senin (7/12), menyusul laporan Menteri ESDM Sudirman Said soal dugaan pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden terkait dengan rencana perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.

    Politikus Partai Gerindra ini berharap Setya Novanto dapat memenuhi panggilan MKD untuk diperiksa sebagai teradu. Supratman menambahkan, dirinya telah menerima informasi bahwa Setya Novanto akan memenuhi panggilan MKD untuk diperiksa dalam sidang MKD, Senin, tapi ada permintaan agar sidang berlangsung secara tertutup.

    "Kita lihat saja, bagaimana keputusan forum MKD, Senin besok," katanya.

    Sebelumnya, MKD sudah memeriksa pelapor, yakni Menteri ESDM Sudirman Said, pada Rabu (2/12) serta memeriksa saksi, yakni Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin, pada Kamis (3/12).

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.