KPU Kabupaten Malang Bakar 11 Ribu Surat Suara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Komisi Pemilihan Umum menunjukan contoh surat suara pemilihan calon Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya di Kantor KPU, Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat, 12 November 2015. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    Petugas Komisi Pemilihan Umum menunjukan contoh surat suara pemilihan calon Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya di Kantor KPU, Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat, 12 November 2015. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    TEMPO.CO, Malang - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Malang membakar 11.083 surat suara untuk pemilihan kepala daerah setempat pada hari ini, Minggu, 6 Desember 2015. Pemusnahan surat suara tersebut dilakukan di halaman kantor KPU, dengan disaksikan aparat kepolisian, Panitia Pengawas Pemilihan Umum, serta wakil dari tiga pasangan calon bupati dan calon wakil bupati.

    Ketua KPU Kabupaten Malang Santoko mengatakan semua surat suara yang dimusnahkan terdiri atas 171 surat suara yang berlebih ditambah 10.912 surat suara yang rusak. Kategori surat suara yang rusak adalah robek, berlubang, bernoda, rusak pada bagian hologram, gambar tak lengkap, dan kusut.

    Pembakaran dilakukan setelah KPU menerima 12.704 surat suara pengganti yang baru dari rekanan. Selisih dari surat suara yang dibakar dan surat suara pengganti dijadikan surat suara cadangan. “Kegiatan ini disaksikan semua pemangku kepentingan sehingga semua berlangsung prosedural dan legal,” katanya.

    Menurut Santoko, KPU menyiapkan 2.104.325 surat suara untuk pemungutan suara pada 9 Desember mendatang. Seluruh surat suara akan didistribusikan di 3.672 tempat pemungutan suara di 33 kecamatan. Ia memastikan seluruh logistik pemilihan kepala daerah sudah didistribusikan kepada panitia pemungutan suara. Logistik yang didistribusikan termasuk alas atau template untuk pemilih tunanetra.

    ABDI PURMONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.