Mayoritas Korban 'Jalur Tengkorak' Cipali Adalah Kuli Bangunan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kecelakaan maut yang menewaskan 11 orang di jalan tol Cipali km 137, Kamis, 3 Desember 2015. Foto: Dokumen Polda Jabar

    Kecelakaan maut yang menewaskan 11 orang di jalan tol Cipali km 137, Kamis, 3 Desember 2015. Foto: Dokumen Polda Jabar

    TEMPO.CO, Subang - Sebelas korban tewas, luka berat, dan luka ringan dalam kecelakaan maut di "jalur tengkorak" jalan tol Cipali, Kilometer 128+200, Cikedung, Indramayu, Ahad dinihari, 6 Desember 2015, pukul 04.00, mayoritas bekerja sebagai kuli bangunan.

    "Hampir semuanya kuli bangunan. Tapi di antaranya ada keluarga yang berstatus mahasiswa dan perempuan menikah," kata Ahmad Apriyatna, salah seorang keluarga korban, saat ditemui Tempo, di Rumah Sakit Ciereng, Subang.

    Apriyatna mengungkapkan, mertuanya, Mawi Casmawi, sudah hampir sebulan tak pulang ke rumah buat menyelesaikan pekerjaannya di Jakarta. Ia mengaku sangat terpukul karena, ketika akan bersua dengan keluarga, ajal telah lebih cepat menjemputnya. "Terus terang kami sangat sedih," ujarnya.

    Tapi ia masih bisa bersyukur karena adik iparnya, Andri Novika Pratama, yang masih berstatus mahasiswa, yang pulang satu rombongan dengan Casmawi, selamat dari kecelakaan maut di jalan tol Cipali itu. "Andri hanya lecet-lecet pada bagian lututnya," tuturnya.

    Enam korban tewas yang dievakuasi ke RS Ciereng, Subang, yang sebelumnya tidak diketahui seluruhnya, kini sudah lengkap. Keenamnya adalah Muhammad Nasir, Pendi, Heri Suheri, Enco Carsa, Mawi Casmawi, dan seorang perempuan bernama Yoyoh--semuanya warga Majalengka.

    Adapun empat korban luka berat dan ringan yang dievakuasi ke RS Siloam Bungursari, Purwakarta, adalah Asep Suhendi, Andri Novika Pratama, Sarla, dan Suyatno (pengemudi).

    Kecelakaan maut di jalan tol Cipali tersebut, menurut saksi mata Andri, seperti dikutip Apriyatna, terjadi karena pengemudi mengebut. Sejak gerbang tol Cipali, kecepatan di spedometer mobil selalu menunjukkan angka 120. "Pokoknya ngebut terus," katanya.

    Begitu pun saat sampai di lokasi kejadian. Sopir Suyatno, yang membawa kendaraannya di jalur cepat, tiba-tiba hendak masuk ke jalur lambat tapi masih dengan kondisi ngebut. Tapi sekonyong-konyong dia membanting setir lagi ke jalur cepat.

    Namun sial, begitu masuk ke jalur cepat lagi, di depannya ada sebuah truk yang berjalan agak lambat. Seketika mobil Luxio yang ditumpangi 11 penumpang itu menyeruduk bagian belakang truk dan mobil langsung membanting ke bagian pembatas jalan, selanjutnya berguling-guling hingga bodi Luxio itu ringsek.

    Peristiwa kecelakaan maut di jalan tol Cipali tersebut hanya berselang tiga hari pascakecelakaan yang menimpa sebuah minibus Elf bernomor polisi B-8378-OU di Kilometer 137 wilayah Plumbon, Indramayu, Kamis dinihari, 3 Desember 2015, yang menelan 11 korban tewas dan lima luka berat.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.