Yogyakarta Luncurkan Sistem SIM Online

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Surat Izin Mengemudi (SIM). Tempo/Fardi Bestari

    Ilustrasi Surat Izin Mengemudi (SIM). Tempo/Fardi Bestari

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Peluncuran pelayanan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Yogyakarta digelar hari ini, Minggu, 6 Desember2015. Bagi para pendatang yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta, kini dipermudah untuk memperpanjang masa berlaku SIM. Sebab, Direktorat lalu Lintas sudah busa melayani perpanjangan itu dengan koneksi server yang ada di Korps Lalu Lintas di Jakarta. "Peluncuran SIM online dipusatkan di Tugu," kata Ajun Komisaris Besar Anny Pudjiastuti, Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Ada sebanyak 45 satuan penyelenggaraan administrasi SIM (Satpas) yang terkoneksi dengan pihak Direktorat Lalu Lintas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk memperpanjang masa berlaku SIM C biayanya hanya Rp 75 ribu, sedangkan SIM A hanya Rp 100 ribu. Warga yang SIM nya dari luar daerah tidak perlu pulang kampung untuk mengurus perpanjangan masa berlakunya.

    Menurut Direktur Lalu Lintas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta Komisaris Besar Tulus Ikhlas Pamodji, sistem perpanjangan SIM online ini terintegrasi dengan KTP dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, juga terhubung langsung dengan catatan kepolisian. Termasuk catatan kecelakaan. Sistem ini juga terintegrasi juga dengan Bank BRI sebagai bank penerima pembayaran.

    Di Daerah Istimewa Yogyakarta memang banyak pendatang, terutama para mahasiswa dari luar daerah. Juga masyarakat yang belum memiliki KTP Daerah Istimewa Yogyakarta. Langkah yang ditempuh oleh pihak kepolisian ini untuk memberikan kemudahan bagi warga yang masa berlaku SIM sudah habis.

    Namun, untuk mengurus perpanjangan masa berlakunya SIM ini paling lambat selama 3 bulan masa berlaku habis. Jika lebih dari itu, maka yang ingin memiliki SIM kembali harus mengikuti proses dari awal di daerah masing-masing sesuai KTP.

    Polisi menyediakan sebanyak 6 bus keliling yang melayani perpanjangan masa berlaku SIM. Di dalam bus itu sudah ada perlengkapan pembuatan SIM. Yaitu komputer yang terkoneksi dengan server pusat, alat cetak SIM, kamera, dan lain-lain. Untuk cek kesehatan, juga disediakan petugas untuk pemeriksaan. Untuk pembayaran juga langsung ditangani oleh pihak bank.

    Ia menambahkan, inti dari pelayanan SIM ini adalah untuk keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalulintas. SIM sebagai uji kompetensi bagi masyatakat agar dapat mengemudikan kendaraan secara benar, aman dan selamat.

    Berikut Satpas yang sudah tersambung dengan sistem online SIM dengan Direktorat Lalu Lintas:

    1. Polresta Banda Aceh
    2. Polrestabes Medan
    3. Polresta Padang
    4. Polresta Pekanbaru
    5. Polresta Palembang
    6. Polresta Bandar Lampung
    7. Polresta Bengkulu
    8. Polresta Jambi
    9. Polda Metro Jaya (Daan Mogot)
    10. Polrestro Jakarta Utara
    11. Polrestro Jakarta Barat
    12. Polrestro Jakarta Selatan
    13. Polrestro Jakarta Timur
    14. Polrestro Jakarta Pusat
    15. Polresta Tangerang
    16. Polres Tangerang1
    17. Polres Tangerang2
    18. Polres Bekasi Kota
    19. Polres Bekasi
    20. Polresta Depok
    21. Polresta Depok (Pasar Segar)
    22. Polrestabes Bandung
    23. Polrestabes Semarang
    24. Polres Sleman
    25. Polrestabes Surabaya
    26. Polresta Denpasar
    27. Polres Mataram
    28. Polres Kupang
    29. Polres Bulungan
    30. Polresta Banjarmasin
    31. Polres Palangkaraya
    32. Polresta Pontianak
    33. Polrestabes Makassar
    34. Polres Mamuju
    35. Polresta Kendari
    36. Polresta Manado
    37. Polresta Palu
    38. Polresta Ambon
    39. Polresta Jayapura
    40. Polres Manokwari
    41. Polres Serang
    42. Polresta Pangkalpinang
    43. Polresta Gorontalo
    44. Polres Ternate
    45. Polresta Balerang
    46. Polresta Samarinda
    47. Polres Bogor
    48. Bus Keliling Polresta Surakarta

    MUH SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.