Tolak Bicara Rekaman, Novanto Fokus pada Resepsi Putrinya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPD Irman Gusman (kedua kanan), memberi salam kepada Setya Novanto (kiri) dalam resepsi pernikahan putrinya, Dwina Michaella. TEMPO/Bambang Harymurti

    Ketua DPD Irman Gusman (kedua kanan), memberi salam kepada Setya Novanto (kiri) dalam resepsi pernikahan putrinya, Dwina Michaella. TEMPO/Bambang Harymurti

    TEMPO.CO, Jakarta - Di tengah sorotan atas kasus yang membelitnya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto menggelar resepsi pernikahan putrinya, Dwina Michaella, dengan Jason Harjono, putra pengusaha Setiawan Harjono (Oei Yung Gie), di Hotel Mulia di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat malam, 4 Desember 2015. Hajatan berlangsung lancar dan meriah.

    Di acara resepsi tersebut, Setya Novanto menolak mengomentari kasusnya yang sedang bergulir di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dan Kejaksaan Agung itu. "Saya berkonsentrasi pada ini dulu," kata kepada Tempo di sela-sela resepsi. Novanto mengaku sedang berfokus pada acara pernikahan putrinya.

    Novanto sedang disorot dalam kasus dugaan pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden di MKD. Adapun Kejaksaan Agung menyelidiki dugaan pemufakatan jahat oleh Novanto dalam upaya perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.

    Gara-gara ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla tak hadir dalam resepsi. Menurut juru bicara Kalla, Husain Abdullah, ada beberapa alasan ketidakhadiran Kalla.

    Kalla, kata dia, menghindari terjadinya konflik kepentingan jika datang ke acara tersebut. Kasus yang menyeret Novanto saat ini sedang bergulir di MKD dan Kejaksaan Agung.

    Alasan lain, Kalla ingin bersikap independen terhadap proses persidangan di Mahkamah dan penyelidikan di Kejaksaan. Kalla ingin bersikap obyektif atas penyelesaian kasus tersebut. Karena itu, ia memilih tak hadir dalam resepsi pernikahan anak Novanto.

    BHM | GHOIDA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.