Resepsi Putri Setya Novanto, Ini Pesan Agung Laksono

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agung Laksono terlihat menghadiri resepsi pernikahan putri Setya Novanto di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, 4 Desember 2015. TEMPO/Bambang Harymurti

    Agung Laksono terlihat menghadiri resepsi pernikahan putri Setya Novanto di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, 4 Desember 2015. TEMPO/Bambang Harymurti

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Golkar, Agung Laksono, tampak hadir dalam acara resepsi pernikahan putri Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto. Dia mengaku datang karena diundang langsung oleh koleganya tersebut.

    “Datang memang diundang langsung oleh Pak Setnov, menghormati yang punya hajat ya, kenal baik, kan saya dulu Ketua DPR juga," ujar Agung di sela resepsi di Hotel Mulia Senayan, Jumat, 4 Desember 2015.

    Ketua DPR periode 2004-2009 ini memberi pesan khusus kepada Setya terkait dengan kasus dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo yang menjeratnya. Setya dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan soal pencatutan nama terkait dengan perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.

    Kasus itu kini tengah dalam tahap penyelidikan di Kejaksaan Agung dan persidangan di Mahkamah Kehormatan Dewan. “Saya sarankan, kalau memang terbukti bersalah di MKD nanti, lebih baik mengundurkan diri," tuturnya.

    Putri Setya Novanto, Dwina Michaella, menikah dengan Jason Harjono, putra pengusaha Setiawan Harjono (Oei Yung Gie). Acara resepsi pernikahan mereka digelar di Hotel Mulia di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat malam, 4 Desember 2015.

    Banyak pejabat yang hadir dalam pesta tersebut, di antaranya Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan. Luhut datang sendiri, tanpa didampingi pasangan. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso pun datang.

    Selain itu, ada politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Effendy M.S. Simbolon, dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman, yang datang serta menyalami mempelai dan kedua orang tua mempelai.

    Namun Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla tidak datang. Juru bicara Kalla, Husain Abdullah, mengatakan ada beberapa alasan ketidakhadiran Kalla.

    Kalla, kata dia, menghindari terjadinya konflik kepentingan jika datang ke acara tersebut. Apalagi kasus pencatutan nama yang menyeret Setya saat ini sedang bergulir di Mahkamah Kehormatan Dewan dan Kejaksaan Agung.

    Alasan lain, Kalla ingin bersikap independen terhadap proses persidangan di Mahkamah dan penyelidikan di Kejaksaan yang menyorot Setya. Kalla ingin bersikap obyektif atas penyelesaian kasus tersebut. Dengan demikian, Kalla memilih tak hadir dalam resepsi pernikahan anak Setya.

    GHOIDA | REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.