Ini Alasan Kalla Tak Hadiri Resepsi Anak Setya Novanto

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Presiden Jusuf Kalla. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla memastikan tidak akan menghadiri acara resepsi pernikahan anak Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto. Juru bicara Kalla, Husain Abdullah, mengatakan ada beberapa alasan ketidakhadiran Kalla.

    Pertama, kata dia, Kalla menghindari terjadinya konflik kepentingan jika datang ke acara pernikahan anak Setya Novanto. Apalagi kasus pencatutan nama yang menyeret Setya saat ini sedang bergulir di Mahkamah Kehormatan Dewan dan Kejaksaan Agung.

    Alasan lain, Kalla ingin bersikap independen terhadap proses persidangan di Mahkamah dan penyelidikan di Kejaksaan yang menyorot Setya. Kalla ingin bersikap obyektif atas penyelesaian kasus tersebut. Dengan demikian, Kalla memilih tak hadir dalam resepsi pernikahan anak Setya.

    "Sejumlah kolega Kalla juga telepon menyampaikan tidak hadir meski dapat undangan. Katanya ikut Pak JK saja," ujarnya, Jumat, 4 Desember 2015.

    Jumat malam ini, putri Setya Novanto yang bernama Dwina Michaella menggelar resepsi pernikahan di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Pusat. Dwina menikah dengan Jason Harjono, putra Setiawan Harjono (Oei Yung Gie), yang merupakan mantan narapidana kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

    Keduanya telah melangsungkan pemberkatan pernikahan di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, pada Jumat, 27 November 2015. Ramainya acara pernikahan itu tak lepas dari skandal yang sedang membelit Setya Novanto.

    Setya dilaporkan ke Mahkamah Dewan Kehormatan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said pada November lalu atas dugaan mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait dengan perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia.

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.