Sopir Minibus Tersangka Kecelakaan Maut di Tol Cipali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas IGD menandai kantong mayat korban kecelakaan di ruas tol Cipali di RS Ciereng, Subang, Jawa Barat, 3 Desember 2015. Dari 11 korban kecelakaan di kilometer 173 wilayah Indramayu tersebut, hanya satu yang diketahui identitasnya. TEMPO/Nanang Sutisna.

    Seorang petugas IGD menandai kantong mayat korban kecelakaan di ruas tol Cipali di RS Ciereng, Subang, Jawa Barat, 3 Desember 2015. Dari 11 korban kecelakaan di kilometer 173 wilayah Indramayu tersebut, hanya satu yang diketahui identitasnya. TEMPO/Nanang Sutisna.

    TEMPO.CO, Indramayu - Sopir minibus dijadikan tersangka dalam tabrakan maut di Tol Cipali dengan korban 11 orang tewas. Seorang korban yang dirawat di RS Mitra Plumbon juga meninggal.

    Hal tersebut diungkapkan Kapolres Indramayu AKBP Wijonarko, Jumat, 4 Desember 2015. “Sopir minibus Elf sudah jadi tersangka,” kata Wijonarko. Status tersangka terhadap sopir minibus atas nama Abdul Ghofur,34, warga Brebes, Jawa Tengah, tersebut diberikan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Selain itu, dari hasil olah tempat kejadian perkara, ditunjukkan jika ada kelalaian yang dilakukan oleh sopir minibus.

    Saat ini sopir minibus, menurut Wijonarko, berada di Polres Indramayu. “karena sopir hanya mengalami luka ringan di bagian mulut dan kaki kiri,” kata Wijonarko.

    Saat menjalani pemeriksaan di Polres Cirebon, Abdul Ghofur mengaku mengantuk. “Yang saya ingat sempat ngantuk, pas melek sudah menabrak truk,” katanya.

    Saat tersadar, Abdul Ghofur mengaku berada di bawah dashboard mobil. Keterangan Abdul Ghofur ini berbeda dengan keterangan yang diberikan saat menjalani perawatan di RS Mitra Plumbon, Kamis, 3 Desember 2015. Saat masih di rumah sakit, Abdul Ghofur mengaku tidak dalam kondisi mengantuk. Namun jalan yang gelap yang menjadi penyebab ia tidak bisa melihat kendaraan di depannya.

    Berdasarkan informasi RS Mitra Plumbon, seorang korban tabrakan atas nama Casti,70, meninggal dunia. “Kondisi nenek Casti sempat menurun dan dibawa ke ICU,” kata Nursidin, kerabat Casti, saat berada di RS Mitra Plumbon. Akhirnya, nyawa Casti pun tidak bisa diselamatkan dan menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 03.00 WIB dinihari.

    Seperti diberitakan sebelumnya, terjadi kecelakaan di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) pada Kamis, 3 Desember 2015, sekitar pukul 04.30 WIB. Kecelakaan terjadi saat sebuah minibus dengan nomor polisi B 8378 QU, yang dikemudikan Abdul Ghofur, warga Desa Cibentang, Kecamatan Bantar Kawung, Kabupaten Brebes, bergerak dari Cikopo menuju Palimanan. Mobil tersebut membawa rombongan pedagang sayur dari Bogor yang hendak pulang ke kampung halaman mereka ke Brebes.

    Saat berada di kilometer 136,900, tiba-tiba minibus jenis Elf tersebut menabrak truk yang ada di depannya. Minibus itu pun rusak parah, terutama di bagian depan. Dari 19 orang penumpang minibus, sebanyak 11 orang tewas di lokasi kejadian. Sebanyak tiga orang dirawat di rumah sakit di Subang dan 5 lainnya dirawat di RS Mitra Plumbon, Cirebon.

    Mereka yang dirawat di RS Mitra Plumbon masing-masing atas nama Husaen,48, Abdul Ghofur,34, Casti,70, Maktup,51, dan Sholehudin,45. Mereka semua berasal dari Brebes. Pada Jumat, 4 Desember 2015, sekitar pukul 03.00 WIB, korban atas nama Casti,70, menghembuskan napas terakhir.

    IVANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.