Jaksa Penjual Aset Negara Bebas, Pembelinya Malah Ditahan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Nita Dian

    TEMPO/ Nita Dian

    TEMPO.CO, Kupang - Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur menahan JW, pembeli aset negara yang disita dari Adrian Woworuntu, terpidana kasus pembobolan Bank Negara Indonesia cabang Kebayoran, Jakarta Selatan, pada 2005 yang merugikan keuangan negara senilai lebih dari Rp 8 miliar.

    JW ditahan penyidik Kejati NTT setelah sebelumnya diperiksa sebelas jam, Jumat, 4 Desember 2015. "Tersangka ditahan karena diduga membeli aset negara secara ilegal," kata pejabat Hubungan Masyarakat Kejati NTT, Ridwan Angsar, kepada Tempo.

    Menurut dia, aset negara berupa tanah dan gedung yang dibeli JW tanpa melalui proses lelang negara. Aset itu justru dibeli JW dari seorang jaksa di Kejati NTT, DRL, yang menjual aset- aset negara itu. "Aset negara ini pernah dilelang sebanyak dua kali tapi tidak laku terjual," ucapnya.

    JW ditetapkan sebagai tersangka kasus ini karena diduga bekerja sama dengan jaksa DRL sebagai penadah aset negara. DRL sendiri, ujar Ridwan, dipastikan akan ditetapkan sebagai tersangka tapi belum diperiksa karena masih menunggu izin Kejaksaan Agung. "Kami belum periksa jaksa itu karena masih menunggu surat izin Kejagung," tuturnya.

    Dia menjelaskan, seharusnya tersangka sudah ditahan sejak Kamis tengah malam, 3 Desember 2015. Namun, karena ketiadaan dokter, pihak Rumah Tahanan Kelas IIB menolak, sehingga tersangka baru ditahan Jumat pagi ini. "Pemeriksaan dilakukan kemarin hingga tengah malam, tapi pagi ini baru ditahan," ucapnya.

    Kuasa hukum JW, Melkior, mengatakan menghormati proses hukum dan penahanan yang dilakukan terhadap kliennya. Dia meyakini kliennya tidak bersalah dalam kasus ini. "Penahanan itu hak jaksa. Nanti dibuktikan perbuatan klien saya di pengadilan," ujarnya.

    Aset Adrian Woworuntu, pelaku pembobolan BNI di NTT mencapai Rp 63 miliar, salah satunya  pabrik PT Sagaret di Takari, Kabupaten Kupang, yang merupakan saham Sagaret Asia Investment.

    Total nilai daftar aset Adrian Woworuntu yang disita negara sejak 2005 sebesar Rp 55,762 miliar dan US$ 28,178 juta, terdiri atas saham Sagaret Asia Investment, kapal pesiar Queen Mary senilai US$ 12 juta, saham-saham PT Brooklyn Internasional, tanah serta bangunan, dan lain-lain.

    YOHANES SEO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.