Takut Terus Dimarahi, Siswa SMP di Makassar Gantung Diri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Gantung Diri

    Ilustrasi Gantung Diri

    TEMPO.CO, Makassar - Seorang siswi sekolah menengah pertama berinisial SI, 14 tahun, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Insiden tragis itu terjadi sesaat setelah korban dimarahi ibunya, Rosmawati, 45 tahun, di rumahnya, Jalan Sunu IV, Kelurahan Suangga, Kecamatan Tallo, Makassar, Kamis malam, 3 Desember.

    Kepala Kepolisian Sektor Tallo Ajun Komisaris Hengki Ismanto mengatakan peristiwa itu bermula saat SI dimarahi ibunya akibat merusak barang elektronik milik ayahnya. Korban lantas naik ke atas rumah panggung milik orang tuanya. Berselang beberapa menit, SI memadamkan lampu bagian atas rumahnya, yang dikira ibunya karena korban ingin tidur.

    "Ibunya semula mengira SI sedang tidur. Belakangan, saat adik korban diminta menyalakan lampu, barulah didapati SI dalam posisi tergantung di ayunan bayi yang terbuat dari sarung," ucap Hengki, Kamis, 3 Desember.

    Sontak, adik dan ibu korban kaget dan panik. Kejadian itu pun dilaporkan ke kepolisian.

    Hengki menyatakan SI melakukan aksi gantung diri dengan cara menyusun bantal tiga susun yang menjadi pijakan. Setelah menaiki tumpukan bantal itu, korban memasukkan kepalanya ke lubang sarung yang merupakan tempat mengikat ayunan bayi. "Saat polisi tiba di lokasi kejadian, jenazah SI yang tergantung di ayunan bayi itu sudah dipindahkan," ujar Hengki.

    Menurut Hengki, motif SI memilih jalan pintas mengakhiri hidupnya karena takut dimarahi lagi oleh orang tuanya. Berdasarkan informasi awal, SI kerap dimarahi ayah dan ibunya, sehingga siswi kelas I SMP itu diduga mengalami trauma dan depresi akibat ancaman orang tuanya.

    Juru bicara Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat, Komisaris Besar Frans Barung Mangera, menuturkan kasus bunuh diri yang dilakukan anak dan remaja itu harus menjadi pembelajaran bagi orang tua untuk lebih bijak dalam mendidik buah hatinya. "Anak itu harus dididik dengan kasih sayang," katanya.

    TRI YARI KURNIAWAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.