Ridwan Kamil Sekolahkan 10 Camat dan Lurah ke Singapura  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Bandung, Ridwan Kamil menunjukan aplikasi tombol panik melalui HP Android saat Peluncuran Aplikasi Tombol Panik di Bandung Command Center, Balaikota, Bandung, Jawa Barat, 10 Juli 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Walikota Bandung, Ridwan Kamil menunjukan aplikasi tombol panik melalui HP Android saat Peluncuran Aplikasi Tombol Panik di Bandung Command Center, Balaikota, Bandung, Jawa Barat, 10 Juli 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil akan menyekolahkan sepuluh camat dan sepuluh lurah ke Singapura. Hal tersebut dilakukan Ridwan sebagai bentuk hadiah untuk camat dan lurah juara.

    "Kota Bandung serius memberikan rapor kinerja kepada mereka yang berprestasi. Yang menang kami kirim ke Singapura untuk sekolah," katanya di Balai Kota Bandung, Kamis, 3 Desember 2015.

    Sepuluh kecamatan juara adalah Panyileukan, Buahbatu, Cinambo, Cibiru, Arcamanik, Lengkong, Bandung Wetan, Sukajadi, Antapani, dan Rancasari. Penghargaan khusus Eco Office diberikan untuk Camat Rancasari.

    Sedangkan sepuluh kelurahan juara adalah Neglasari, Sukagalih, Rancanumpang, Maleber, Palasari, Cipadung, Nyengseret, Pasirwangi, Cimincrang, dan Mekarjaya.

    Lebih lanjut, pria berkacamata ini menuturkan ada beberapa kriteria penjurian yang menjadi indikator penilaian untuk camat dan lurah juara. Salah satunya yang paling besar dalam penyerapan anggaran program inovasi pemberdayaan kewilayahan (PIPPK). "Ada kepemimpinan, kualitas K3, zero complain, dan lainnya," ucapnya.

    Salah satu camat yang terpilih sebagai camat juara, Camat Arcamanik Mia Rumiasari, mengaku terkejut dengan penghargaan tersebut.

    "Saya bangga karena kerja keras kami dihargai," ujar Mia.

    Dengan bersekolah di luar negeri, kata Mia, peluang menambah wawasan dan ilmu pun terbuka sehingga bisa diterapkan di masyarakat.

    PUTRA PRIMA PERDANA
     



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.