Pilkada, Tiga Kecamatan di Depok Rawan Gangguan Keamanan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Komisi Pemilihan Umum daerah Tangerang Selatan mempersiapkan berkas-berkas keperluan Pilkada di Tangerang Selatan, 2 Desember 2015. Pilkada serentak di seluruh Indonesia akan berlangsung pada 9 Desember mendatang. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Petugas Komisi Pemilihan Umum daerah Tangerang Selatan mempersiapkan berkas-berkas keperluan Pilkada di Tangerang Selatan, 2 Desember 2015. Pilkada serentak di seluruh Indonesia akan berlangsung pada 9 Desember mendatang. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Depok - Polresta Depok menyatakan tiga kecamatan di Depok rawan gangguan keamanan saat pemungutan suara, Rabu, 9 Desember 2015. Untuk mengantisipasinya, disediakan 100 personel polisi di masing-masing kecamatan yang dianggap rawan.

    Kepala Polresta Depok Komisaris Besar Dwiyono menuturkan tiga kecamatan yang dianggap rawan ialah Kecamatan Cimanggis yang ada di wilayah timur, Pancoranmas yang ada di pusat kota, dan Sawangan di utara. "Hingga saat ini masih kondusif," kata Dwiyono, Kamis, 4 Desember 2015.

    Pada saat pungut hitung suara, disiapkan 1.700 personel kepolisian dari Polresta Depok, 300 personel Polda, dan 200 personel. Polisi terutama difokuskan pada tempat pemungutan suara yang ada di basis masa kedua pasang calon. "Terutama TPS yang berada di dekat rumah calon wali kota dan wakilnya," ucapnya.

    Dikatakan Dwiyono, polisi mewaspadai TPS yang pendukungnya sama-sama kuat. Soalnya, TPS dengan kategori tersebut dinilai berpotensi terjadi gesekan. "Secara keseluruhan sudah bisa diantisipasi dan masih kondusif. Polisi sudah menyiapkan personel keamanan yang cukup," ujarnya.

    Saat pilkada, ada dua pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok yang bakal beradu kuat pada 9 Desember 2015. Pasangan Dimas Oky Nugroho-Babai Suhaimi yang diusung PDIP, PAN, PKB, dan Nasdem bakal berhadapan dengan pasangan Idris Abdul Shomad-Pradi Supriatna yang diusung Partai Gerindra dan PKS.



    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.