Puting Beliung Terjang 4 Desa, 16 Rumah Rusak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Kodim 0826 membersihkan puing rumah di desa Bajur, Waru, Pamekasan, Jatim, 12 November 2015. Sejumlah warga di desa itu kehilangan tempat tinggal akibat dihempas angin puting beliuang, 10 November 2015. ANTARA FOTO/Saiful Bahri

    Anggota Kodim 0826 membersihkan puing rumah di desa Bajur, Waru, Pamekasan, Jatim, 12 November 2015. Sejumlah warga di desa itu kehilangan tempat tinggal akibat dihempas angin puting beliuang, 10 November 2015. ANTARA FOTO/Saiful Bahri

    TEMPO.COPamekasan - Hujan deras disertai petir dan angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, pada Kamis, 3 Desember 2015, menyebabkan belas rumah warga di empat desa di dua kecamatan rusak parah.

    Salah satu rumah rusak terparah menimpa warga Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota Pamekasan, bernama Lihah. Rumah perempuan 35 tahun ini ambruk setelah tertimpa pohon besar yang tumbang akibat disapu angin kencang.

    "Beruntung keluarga saya selamat. Waktu pohon tumbang, semua anggota keluarga berhasil menyelamatkan diri," katanya, Kamis, 3 Desember 2015.

    Selain rumah Lihah, empat rumah warga lainnya di Kelurahan Bugih juga rusak akibat terjangan angin kencang. "Untuk sementara saya sekeluarga numpang di rumah saudara," ujar Lihah.

    Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pamekasan menyebutkan, selain 4 rumah di Kelurahan Bugih, 12 rumah warga di desa lain juga rusak akibat terjangan puting beliung. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pamekasan Akmalul Firdaus merinci, berdasarkan data dari tim evakuasi di lapangan, 12 rumah yang rusak itu ditemukan di Desa Bettet satu rumah, Desa Kangenan satu rumah, Desa Kretek empat rumah, dan Desa Grubuk enam rumah.

    "Enam rumah di Kecamatan Kota, sepuluh rumah di Kecamatan Pademawu," tutur Firdaus lewat sambungan telepon.

    Menurut Firdaus, data kerusakan ini masih bersifat sementara. Hingga malam ini, tim evakuasi dari BPBD masih berada di lapangan untuk melakukan pendataan sekaligus membantu warga membersihkan bekas reruntuhan bangunan. "Mudah-mudahan tidak bertambah lagi," ucapnya. 

    MUSTHOFA BISRI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.