Ketat, Seleksi Home Bisnis Camp Yogya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bambang Harimurti, Veranita Hadiati K, Febritrianto, Muhammad Baedowy, Charles Saerang dan Sandiaga Uno saat penganugerahan Dji Sam Soe Award-Predikat Wirausaha Muda dan Wira UKM Terbaik 2008-2009 di Jakarta, Jumat Malam (17/4).Tempo/Dwianto Wibowo

    Bambang Harimurti, Veranita Hadiati K, Febritrianto, Muhammad Baedowy, Charles Saerang dan Sandiaga Uno saat penganugerahan Dji Sam Soe Award-Predikat Wirausaha Muda dan Wira UKM Terbaik 2008-2009 di Jakarta, Jumat Malam (17/4).Tempo/Dwianto Wibowo

    TEMPO.COYogyakarta - Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kota Yogyakarta melakukan pembinaan wirausahawan muda di sejumlah kampung, yang selama ini sulit berkembang. Program itu bernama Home Bisnis Camp. Program ini digulirkan mulai 2016 dengan menyeleksi sejumlah kandidat wirausahawan muda di seluruh kampung.

    Mereka mendapat pembinaan kontinu sekitar tiga tahun. “Angkatan pertama program ini kuotanya 40 orang. Pembinaan serta permodalan dibantu APBD,” kata Kepala Bidang Sumber Daya UMKM Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto, kepada Tempo, Kamis, 3 Desember 2015.

    Program ini memberikan pelatihan kepada kelompok-kelompok UMKM muda yang sudah memiliki basis usaha sendiri tapi sulit berkembang karena sejumlah faktor, dari jejaring, pasar, hingga permodalan. “Orientasi akhirnya menguatkan jejaring wirausahawan muda ke database pemerintah pusat agar lebih profesional,” ujarnya. “Kami tak batasi apa jenis usahanya. Namun usaha itu sudah berjalan paling tidak dua tahun, mendapat rekomendasi pengurus wilayah kampung untuk diseleksi tim pemerintah.”

    Sempat terjadi tarik-ulur saat program Home Bisnis Camp ini digulirkan dalam finalisasi Badan Anggaran akhir pekan lalu. Terutama jumlah kuota yang diusulkan pemerintah, yang semula hanya 30 orang. DPRD meminta, agar adil dan merata, maka dilakukan untuk 45 kelurahan atau 14 kecamatan se-Kota Yogyakarta, dengan kuota 50. “Kami belum berani banyak merekrut karena khawatir tidak fokus,” tutur Tri.

    Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Nasrul Khoiri mengatakan yang patut dilakukan agar program rintisan wirausahawan muda ini sesuai tujuan adalah seleksi perekrutannya harus transparan dan berdasarkan mufakat kampung. “Jadi bukan orang hasil lobi-lobi atau karena kedekatan jatah pembinaan. Atau ini bakal tak ada bedanya dengan program pelatihan yang stagnan,” ucapnya. 

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.