Namanya Ada di Rekaman Setya Novanto, Luhut: Emang Gue Pikir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), memberi tanggapan terkait pencatut nama Presiden Joko Widodo di Jakarta, 19 November 2015. Pencatutan ini berkaitan dengan perpanjangan kontrak Freeport Indonesia.  TEMPO/Subekti.

    Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), memberi tanggapan terkait pencatut nama Presiden Joko Widodo di Jakarta, 19 November 2015. Pencatutan ini berkaitan dengan perpanjangan kontrak Freeport Indonesia. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Nama Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Panjaitan disebut sebanyak 66 kali dalam rekaman pembicaraan antara Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto, taipan minyak Muhammad Riza Chalid, dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.

    Namun Luhut mengaku tak ambil pusing atas penyebutan namanya itu. "Emang gue pikirin," kata Luhut seusai menjadi pembicara dalam Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi di gedung DPR, Kamis, 3 Desember 2015.

    Luhut juga tak berkehendak melaporkan orang-orang yang menyebarkan rekaman percakapan itu. "Emang gue pikirin," ujarnya lagi sembari tertawa.

    Rekaman percakapan Setya Novanto itu diputar dalam sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Beberapa hari ini, MKD memang menggelar sidang etik mengusut dugaan pelanggaran yang dilakukan Setya Novanto.

    Sidang MKD merupakan tindak lanjut dari laporan Menteri Energi Sudirman Said terhadap Setya yang diduga meminta saham kepada PT Freeport Indonesia dengan mencatut nama Presiden dan Wakil Presiden. Dalam laporannya ke Mahkamah, Sudirman menyebut ada pertemuan sebanyak tiga kali. Pertemuan itu antara Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin, Ketua DPR Setya Novanto, dan pengusaha minyak Muhammad Riza Chalid.

    Menurut Sudirman, Novanto meminta saham sebesar 11 persen untuk Presiden dan 9 persen untuk Wapres demi memuluskan renegosiasi perpanjangan kontrak PT Freeport. Selain itu, Setya juga meminta imbalan 49 persen saham pembangkit listrik Urumuka, Papua.

    Sudirman mengaku mendapat informasi itu dari pemimpin Freeport. Sudirman mengantongi bukti berupa rekaman percakapan dalam pertemuan itu yang sudah diserahkan ke Mahkamah Kehormatan. Sudirman sudah diperiksa MKD kemarin. Rekaman percakapan bukti permintaan saham juga telah diputar saat MKD memeriksa Sudirman.

    Sejumlah anggota MKD mengatakan akan memanggil Luhut untuk dimintai keterangan terkait dengan adanya nama dia dalam percakapan di rekaman tersebut. "Dimintai keterangan karena namanya diduga disebut 66 kali dalam rekaman," kata Wakil Ketua MKD Junimart Girsang, kemarin.



    LINDA TRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.