Ical: Slamet Effendy Yusuf Seorang Pancasilais Sejati  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Slamet Effendy Yusuf meminta untuk difoto seorang diri saat acara Lembaga Kajian MPR yang ia hadiri di Bandung sesaat sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya,  2 Desember 2015. Foto: WhatsApp Grup PBNU

    Slamet Effendy Yusuf meminta untuk difoto seorang diri saat acara Lembaga Kajian MPR yang ia hadiri di Bandung sesaat sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya, 2 Desember 2015. Foto: WhatsApp Grup PBNU

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Golongan Karya, Aburizal Bakrie, menyebut Slamet Effendy Yusuf sebagai seorang Pancasilais sejati. Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini dinilai Ical—panggilan Aburizal Bakrie—sebagai seseorang yang sangat memahami wawasan kebangsaan sehingga ia berkali-kali ikut andil dalam amandemen batang tubuh Undang-undang 1945.

    "Dia itu (Slamet Effendy Yusuf) sangat ngelotok kalau ngomongin soal Undang-undang," ujar Ical saat ditemui Tempo di rumah duka di Citra Grand Blok H No. 4, Castle Garden, Cibubur, Bogor, Kamis, 3 Desember 2015.

    Lebih jauh, menurut Ical, sebagai mantan kader partai yang dipimpinnya, Slamet Effendy Yusuf juga sangat loyal dan berkomitmen terhadap garis perjuangan partai. "Beliau pernah menjadi bagian dari kami, dan dedikasinya juga sangat besar untuk kami," tuturnya.

    Slamet Effendy Yusuf pernah menjabat Ketua MPR periode 1988-1993 dan anggota DPR periode 1992-2009 dari Partai Golkar. Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPP Golkar. Ia juga sempat menjabat Ketua PBNU periode 2010-2015 dan Ketua MUI pada periode 2009-2014.

    Slamet Effendy Yusuf, Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), meninggal di Bandung pada Rabu malam, 2 Desember 2015. Sebelumnya, ia sempat mengikuti rangkaian acara Lembaga Kajian MPR di Hotel Ibis, Bandung.

    Jenazah akan dimakamkan di Purwokerto, Jawa Tengah, di Kompleks Pemakaman Keluarga, di Pesantren Al Azhari, Lesaman, Ajibarang, Purwokerto.

    ABDUL AZIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?