Disebut di Rekaman Setya Novanto, Luhut Akan Dipanggil MKD

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), memberi tanggapan terkait pencatut nama Presiden Joko Widodo di Jakarta, 19 November 2015. Pencatutan ini berkaitan dengan perpanjangan kontrak Freeport Indonesia.  TEMPO/Subekti.

    Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), memberi tanggapan terkait pencatut nama Presiden Joko Widodo di Jakarta, 19 November 2015. Pencatutan ini berkaitan dengan perpanjangan kontrak Freeport Indonesia. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan akan dipanggil ke sidang Mahkamah Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat.

    "Dimintai keterangan karena namanya diduga disebut 66 kali dalam rekaman," kata Wakil Ketua MKD Junimart Girsang, kemarin, Rabu, 3 Desember 2015.

    Junimart menjelaskan, nama Luhut disebut dalam pembicaraan antara Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha minyak Muhammad Riza Chalid, dan bos PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin.

    Dalam obrolan pada 8 Juni 2015 di Hotel Ritz-Carlton itu, Setya dan Riza meyakinkan Maroef bahwa mereka bisa membantu perpanjangan kontrak karya Freeport yang akan habis pada 2021 melalui Luhut. Setya dan Riza juga mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk meminta saham Freeport 20 persen. Selain itu, Setya meminta imbalan 49 persen saham pembangkit listrik di Urumuka, Papua. (Lihat video Peta Politik MKD Dalam Pengusutan Kasus Setya Novanto, Transkip Beredar, Setya Novanto Makin Tersudut)

    "Besok, setelah mendengarkan keterangan Maroef dan Riza, kami akan rapat menentukan pemanggilan Luhut," ucap Junimart. "Baru Maroef yang pasti akan datang. Sedangkan Riza belum membalas surat kami."

    Kemarin, nama Luhut menjadi perbincangan panas dalam sidang dugaan pelanggaran kode etik oleh Setya yang dilaporkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said pada 16 November lalu. Agenda sidang itu ialah mendengarkan keterangan Sudirman. Anggota MKD dari Fraksi Partai NasDem, Akbar Faisal, mencecar Sudirman. Akbar menanyakan peran Luhut sehingga disebut Setya dan Riza.

    "Dalam rangka apa? Hubungannya apa? Luhut harus dipanggil untuk menjelaskan ini," ujarnya. Anggota MKD dari Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat, Syarifuddin Sudding, juga mempertanyakan langkah Luhut bertemu dengan bos Freeport di Amerika, James Robert Moffet alias Jim Bob.

    Sudirman enggan menjawab mengenai peran Luhut. Menurut Sudirman, dia hanya mendapatkan rekaman percakapan itu dari Maroef awal Oktober lalu. Rekaman itu merupakan lanjutan perbincangan Maroef dengan Sudirman pada Juli lalu tentang permintaan Setya.

    HUSSEIN ABRI YUSUF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.