Banjir dan Longsor di Pematang Siantar, Dua Orang Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Agus Bebeng

    ANTARA/Agus Bebeng

    TEMPO.CO, Jakarta - Hujan deras yang terjadi di Pematang Siantar, Sumatera Utara, selama lima jam lebih pada Selasa, 1 Desember 2015, menyebabkan banjir dan longsor. Berdasarkan data yang tercatat, banjir dan longsor terjadi di empat kecamatan di Kota Pematang Siantar, yakni Kecamatan Siantar Utara, Kecamatan Siantar Barat, Kecamatan Sitala Sari, dan Kecamatan Martoba.

    “Terdapat 19 rumah rusak berat, sepuluh rusak sedang dan beberapa jembatan rusak. Selain itu, ada jalan terbelah sepanjang 300 meter di Kelurahan Sipinggol-pingol,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam rilis yang diterima Tempo, Rabu, 2 Desember 2015.

    Hujan deras berlangsung dari pukul 17.00 hingga 22.30 WIB pada Selasa lalu. Sedangkan longsor terjadi setelahnya, yakni pukul 22.30 hingga Rabu dinihari, pukul 00.30. Dari bencana tersebut, tercatat dua orang meninggal, yaitu satu orang warga Kecamatan Siantar Utara dan satu orang warga Kecamatan Siantar Barat.

    Sutopo mengatakan BPDB Kota Siantar bersama TNI, Polri, dan relawan telah melakukan evakuasi, pendataan, dan juga mendirikan tenda untuk pengungsi serta dapur umum. ”Kini beberapa warga mengungsi ke tempat yang aman,” katanya.

    Sutopo mengimbau masyarakat agar terus waspada terhadap ancaman banjir dan longsor. Dia berujar, puncak hujan diperkirakan terjadi pada Januari 2016 sehingga ancaman bencana juga akan meningkat.

    “Lakukan antisipasi baik di tingkat individu, keluarga, maupun masyarakat dari ancaman bencana tersebut. Kenali bahayanya dan kurangi risikonya,” katanya.

    BAGUS PRASETIYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.