Polisi Tangkap Dalang Kerusuhan di Tambang Emas Banyuwangi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi menghalau pengunjung rasa yang merangsek masuk lokasi tambang saat berunjuk rasa menolak keberadaan tambang emas Tumpang Pitu di Pensanggrahan, Banyuwangi, 18 November 2015.  ANTARA/ Budi Candra Setya

    Polisi menghalau pengunjung rasa yang merangsek masuk lokasi tambang saat berunjuk rasa menolak keberadaan tambang emas Tumpang Pitu di Pensanggrahan, Banyuwangi, 18 November 2015. ANTARA/ Budi Candra Setya

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Tim gabungan dari Kepolisian Daerah Jawa Timur dan Kepolisian Resor Banyuwangi menangkap seorang warga lagi sebagai tersangka ketiga dalam kasus kerusuhan di tambang emas. Tersangka baru itu berinisial S, warga Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Pesanggaran.

    S diduga kuat sebagai dalang perusakan infrastruktur tambang emas milik PT Bumi Suksesindo pada Rabu, 25 November 2015. “S kami tetapkan sebagai tersangka baru,” kata Kepala Polres Banyuwangi Ajun Komisaris Besar Bastoni Purnama, Rabu, 2 Desember 2015.

    Menurut Bastoni, S ditangkap hari ini sekitar pukul 08.00 WIB. S langsung dibawa ke Markas Polda Jawa Timur di Surabaya. "S berperan sebagai pengumpul dan penggerak massa untuk menyerbu lokasi tambang," ujarnya.

    Nama S, kata Bastoni, muncul dari hasil pemeriksaan dua tersangka lain yang lebih dulu ditangkap, yakni JL dan SU. Pihaknya berharap S dapat menyebutkan nama aktor intelektual yang lain. “Kami duga aktor intelektualnya lebih dari satu.”

    Selain itu, lima warga Dusun Pancer lain yang menjadi saksi mangkir dari panggilan untuk dimintai keterangan oleh Polda Jawa Timur. Lima warga itu adalah Rakih, Fitri Yati, Edi Laksono, Narto, dan Suko. Menurut Bastoni, polisi akan menjemput secara paksa apabila mereka tetap mangkir hingga pemanggilan ketiga.

    Mohammad Amrullah, kuasa hukum Rakih, Fitri Yati, dan Edi Laksono, mengatakan kliennya menolak karena pemeriksaan dilakukan di Markas Polda di Surabaya. “Seharusnya pemeriksaan cukup di Banyuwangi karena lokus kejadiannya di sini,” katanya kepada wartawan, Selasa, 1 Desember 2015.

    Kliennya, kata Amrullah, saat ini masih berada di Jakarta untuk berlindung di Kontras, Komnas HAM, serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. Ketiganya khawatir akan ditangkap lalu dijadikan tersangka apabila pulang ke Banyuwangi.

    Pada 25 November 2015, ribuan warga menyerbu perkantoran dan lokasi tambang PT Bumi Suksesindo di Desa Sumberagung. Massa merusak dan membakar hampir seluruh infrastruktur tambang. Kerusuhan ini berbuntut bentrokan antara warga dan aparat keamanan. Sedikitnya empat warga terkena tembakan dan dua polisi mengalami luka berat.

    IKA NINGTYAS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.