Minggu, 15 September 2019

Skandal Calo Freeport, Kapan Setya Novanto Dipanggil MKD?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Setya Novanto meninggalkan Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 17 November 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Setya Novanto meninggalkan Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 17 November 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Mahkamah Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat sedang mempertimbangkan memanggil Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan untuk diperiksa terkait dengan laporan pencatutan nama Presiden Joko Widodo, yang dilakukan Ketua DPR Setya Novanto.

    Pemanggilan Luhut berkenaan dengan namanya yang beberapa kali disebut dalam rekaman percakapan yang menjadi barang bukti pelaporan itu. Pemeriksaan Luhut bisa menunda jadwal pemeriksaan Setya Novanto di MKD.

    "Mungkin ada kesaksian-kesaksian atau keterangan-keterangan yang perlu didengarkan sebelum memeriksa Pak Setya. Salah satunya Luhut Binsar Pandjaitan, Menkopolhukam, serta anak buahnya, Darmawan Prasodjo," ujar Akbar Faisal saat ditemui ketika jeda rapat MKD di ruang rapat MKD, Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu, 2 Desember 2015.

    Menurut Akbar, nama Luhut yang beberapa kali disebut dalam rekaman membuat MKD ingin mengetahui lebih jauh perannya dalam permasalahan ini. "Kenapa penting, dia disebutkan, menurut media, hingga 66 kali. Maka kita pingin tahu dalam rangka apa, dalam hubungan apa, kenapa, dan seterusnya," ujar politikus asal Partai NasDem ini.

    Rencana pemanggilan Luhut ini membuat rencana pemanggilan Ketua DPR Setya Novanto, sebagai terlapor, menjadi semakin tertunda. Sebelumnya, pemanggilan Setya direncanakan pada Senin, 7 Desember 2015. Namun rencana ini diurungkan karena anggota MKD lain ingin mendalami permasalahannya lebih dulu.

    Akbar meyakinkan, pemeriksaan Luhut bisa menjadi titik penting dalam pendalaman masalah ini. "Alur yang berkembang dalam rekaman itu seakan-akan Pak Setya atau Riza memberikan penjaminan kepada pihak Freeport, dengan seakan-akan sudah mendapatkan restu dari pejabat bernama Luhut Binsar," ujarnya.

    Walau sudah ada rencana akan diperiksa, Akbar belum bisa memberi waktu pasti pemanggilan Luhut. "Nanti akan kami sidangkan," ucapnya.

    MKD masih mengusut kasus pencatutan nama Presiden Joko Widodo yang diduga dilakukan Ketua DPR Setya Novanto terkait dengan perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia. Setya dilaporkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said. Sudirman hari ini hadir di MKD untuk memberikan keterangan terkait dengan hal ini. Sudirman datang ke MKD sekitar pukul 12.30.

    Sidang masih berlangsung hingga saat ini sejak dimulai kembali pada pukul 19.00 WIB. Hasil voting anggota MKD memutuskan pemeriksaan dilanjutkan dengan agenda mendengarkan isi rekaman percakapan yang diduga dilakukan Setya Novanto, M. Riza Chalid, dan Maroef Sjamsoeddin.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.