Selasa, 17 September 2019

Setya dan Riza Sebut Luhut Berperan Sentral di Freeport  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Setya Novanto, saat mengikuti pertemuan di kantor Forum Pemred, Jakarta, pada 23 November 2015. Dalam pertemuan tersebut, Setya Novanto mengungkapkan awal mula pertemuannya dengan Presiden Direktur Freeport pada 27 April 2015, pada13 Mei 2015, dan pertemuan terakhir pada 8 Juni 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua DPR Setya Novanto, saat mengikuti pertemuan di kantor Forum Pemred, Jakarta, pada 23 November 2015. Dalam pertemuan tersebut, Setya Novanto mengungkapkan awal mula pertemuannya dengan Presiden Direktur Freeport pada 27 April 2015, pada13 Mei 2015, dan pertemuan terakhir pada 8 Juni 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sidang perdana Mahkamah Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat terkait dengan kasus pencatutan nama Presiden Joko Widodo yang diduga dilakukan Ketua DPR Setya Novanto digelar hari ini, Rabu, 2 Desember 2015. Mahkamah memutuskan memutar rekaman percakapan antara Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha M. Riza Chalid, dan bos PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin.

    Pada akhir percakapan, Maroef terdengar menyampaikan terima kasih kepada Setya dan Riza atas waktunya sehingga bisa bertemu di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, pada 8 Juni lalu itu. “Kita tunggu anunya aja kepastian gimana, kelanjutannya,” ujar dia.

    BACAPapa Minta Saham, Muladi: MKD Semua Orang Setya Novanto

    Kemudian Riza menyahut bahwa dirinya akan berbicara dengan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan untuk membicarakan apa yang diinginkan Maroef. “Terus oke, kita ketemu. Saya akan bilang Pak Luhut,” kata Riza.

    Setya pun menimpali, “Harus cepet. Karena kasihan beliau, Pak Luhut dikasih tanggung jawab. Kasih tanggung jawab share holder. Gimana caranya sukses, harus cari akal kan gitu.”

    Namun Maroef berpendapat bahwa tanggung jawab paling berat ada pada karyawan dan keluarganya. “Kalau share holder kan duitnya banyak. Tapi karyawan itu 30 ribu lebih. Itu kan bangsa kita semua. Kalau share holder ini tutup masa bodo amat.”

    Maroef menuturkan Freeport tidak pernah memutuskan hubungan kerja terhadap karyawannya. “Pikiran saya itu karyawan. Karena saya sudah lama masuk Papua. Saya tahu betul masyarakat Papua,” ucapnya.

    BACASetya Novanto Dibidik 'Pemufakatan Jahat', Ini Penjelasannya

    Di tempat terpisah, Luhut mengatakan tak merasa tercemar meski namanya disebut sebanyak 66 kali dalam pembicaraan tersebut. “Ya, silakan saja, mau disebut 100 kali juga silakan,” kata dia di kantornya, Selasa, 1 Desember 2015.

    MAYA AYU PUSPITASARI

    SIMAK:
    Selain Freeport, Jejak Luhut dan Setya Novanto Ada di Sumber Waras
    TERUNGKAP: Kalimat Terakhir Pilot QZ8501 Sebelum Jatuh  
    Wah, Ini Sebabnya Pengemudi Lamborghini Maut Tak Ditahan
    Rusia Vs Turki Diramalkan Ratusan Tahun Lalu, Tanda Kiamat?  
    REKAMAN CALO FREEPORT, Setya Juga Sebut Mega dan Prabowo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.