Jusuf Kalla Mengaku Bahas Sidang MKD dengan Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbincang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat hendak bertolak ke Kuala Lumpur, Malaysia melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 20 November 2015. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo berbincang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat hendak bertolak ke Kuala Lumpur, Malaysia melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 20 November 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku sempat membahas sidang Mahkamah Kehormatan Dewan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan. Menurut dia, pembahasan sidang tersebut dilakukan Jusuf Kalla bersama Jokowi setelah pulang dari Paris.

    "Biasa, kalau Presiden ke luar negeri tentu kan saya lapor apa masalah luar negeri. Walaupun singkat tadi dengan Pak Jokowi," kata Kalla di kantornya, Rabu, 2 Desember 2015. "Semuanya tentu dibahas selama tiga hari kunjungannya. Termasuk isu-isu MKD serba sedikit. Beliau kan juga sudah tahu."

    Kalla juga menyempatkan diri menonton tayangan sidang MKD di layar kaca di kantornya. Namun dia membantah bahwa tayangan sidang MKD itu ditonton bersama Presiden Joko Widodo. "Ah enggaklah," ujarnya. Dia sepenuhnya menyerahkan substansi sidang kepada Mahkamah.

    Kalla meminta anggota Mahkamah tidak kembali membahas persoalan yang sudah disepakati dalam hasil rapat MKD kemarin. Misalnya, persetujuan sidang terbuka, legal standing Menteri Energi Sudirman Said, dan soal surat dari Kementerian Energi.

    Sidang perdana MKD digelar hari ini. Sidang kali ini menghadirkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said untuk menjelaskan ihwal laporannya kepada MKD soal kasus pencatutan nama Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto.

    REZA ADITYA

    Baca juga:
    3 Hal Ini Bikin Ketua DPR Setya Novanto Sulit Ditolong!
    Selidiki Setya Novanto, Jaksa Agung: Ada Pemufakatan Jahat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.