Curah Hujan Tinggi, Kabupaten Agam Banjir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi banjir. ANTARA/Zabur Karuru

    Ilustrasi banjir. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Puluhan rumah di Jorong Ganting, Nagari Sitanang, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, direndam banjir akibat meluapnya Sungai Sitanang setelah hujan deras melanda wilayah itu sejak Selasa malam, 1 Desember 2015.

    Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Maizul Hendri, di Lubuk Basung, Rabu, 2 Desember 2015 mengatakan puluhan rumah ini terendam sekitar 40 sampai 60 centimeter. Saat ini warga mengungsi ke rumah keluarga yang berada di daerah ketinggian.

    "Air mulai menggenangi rumah warga pada Rabu dinihari sekitar pukul 02:00 WIB. Saat itu warga masih bertahan di rumah mereka," katanya.

    Saat ini anggota Satgas BPBD Kabupaten Agam dibantu Polsek Ampek Nagari, camat, aparat nagari dan lainnya sudah memberikan pertolongan kepada masyarakat.

    Selain merendam 21 unit rumah, banjir juga mengakibatkan puluhan hektare lahan pertanian seperti padi, sawit dan lainnya terendam air.

    "Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Sementara untuk kerugian masih dihitung tim dari kecamatan dan instansi terkait lainnya," katanya.

    Ia menambahkan banjir juga merendam tujuh unit rumah di Afdeling Jorong Muaro Putih, Kecamatan Tanjung Mutiara, akibat luapan air sungai Batang Masang setelah tangul di Yayasan Tanjung Manggopoh (TTM) jebol.

    "Ketinggian air yang merendam rumah karyawan PT Mutiara Agam sekitar 60 centimeter," katanya.

    Selain banjir juga terjadi bencana longsor di Cacang Randah Kecamatan Tanjung Mutiara sebanyak empat titik, jalang penghubung Matur menuju Bukittinggi tempatnya di Sianok dan lainnya.

    Dengan kejadian ini, ia mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan saat curah hujan tinggi dengan cara berlindung ke daerah lebih aman.

    Salah seorang warga Gantiang, Mawan (43) mengatakan, air mulai naik ke rumahnya sekitar pukul 02:00 WIB.

    Dengan kondisi ini, pihaknya langsung menyelamatkan barang berharga ke daerah lebih tinggi.

    "Ia berharap Pemkab Agam mencarikan solusi agar banjir ini tidak terjadi setiap curah hujan tinggi," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.