Menag Ajak Karyawan Aktualisasikan Lima Nilai Budaya Kerja

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lima nilai budaya kerja merupakan ruh, jiwa, dari aktivitas keseharian di Kementerian Agama.

    Lima nilai budaya kerja merupakan ruh, jiwa, dari aktivitas keseharian di Kementerian Agama.

    INFO NASIONAL - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengajak semua karyawan di lingkungan Kementerian Agama untuk tetap menjunjung tinggi lima nilai budaya kerja, yaitu integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan.

    “Jangan pernah punya pemikiran bahwa kita akan selamanya di sini. Yang selamanya ada di sini itu adalah institusi kementerian agama.  Jadi yang kita tonjolkan itu lebih baik institusi kementerian agamanya. Karena saya seringkali mengatakan bahwa kata ‘agama’ itu menjadi faktor pembeda kita dibanding dengan kementerian-kementerian yang lain,” ujar Menag Lukman Hakim saat membuka acara workshop Penguatan Nilai-nilai Budaya Kerja dan Revolusi Mental di Lingkungan Kemenag, Rabu, 2 Desember 2015 .  Acara ini dihadiri para eselon I dan jajaran Kepala Kanwil Kementerian Agama di seluruh Indonesia.

    Lima nilai budaya kerja ini, kata Lukman,  harus terus menjadi landasan atau nilai utama dalam melakukan setiap kreativitas dan aktivasi di Kementerian Agama.  Ia menegaskan lima nilai budaya kerja ini sesungguhnya merupakan ruh, jiwa, dari aktivitas keseharian di Kementerian Agama. “Segala fitrah kita itu tidak hanya disemangati tapi harus dijiwai oleh lima nilai budaya kerja itu. Tapi juga harus kita pahami bahwa lima nilai budaya kerja itu tidak berada di ruang hampa. Dia tidak berdiri sendiri. Dia adalah bagian dari revolusi mental sesungguhnya,” tutur Menag.

    Kata Lukman, hakekat lima nilai budaya kerja itu adalah integritas, etos kerja, dan gotong royong. Menurut dia, sesungguhnya  lima nilai budaya kerja adalah upaya untuk menjabarkan apa yang dimaksudkan dengan revolusi mental, dan revolusi  mental itu juga tidak bisa berdiri sendiri. Dia juga bagian dari pengejawantaan apa yang menjadi visi-misi pemerintahan sekarang ini. Yang intinya, mengacu kepada trisakti yang dulu dicanangkan oleh Bung Karno. Di sana dinyatakan trisakti itu adalah berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian secara budaya. “Berkepribadian secara budaya inilah keberadaan kita. Karena ini bagian dari karakter bangsa. Itulah kemudian kenapa revolusi mental perlu dilakukan, kenapa lima nilai budaya itu perlu dirumuskan, dan kemudian mengejawantahkannya dalam perilaku keseharian kita,” ucapnya.

    Karenanya, Menag mengajak semua jajaran di Kementerian Agama untuk mencoba tidak hanya memahami,  mensosialisasikan, tapi juga harus mengaktualisasikan lima nilai budaya kerja itu. Dengan melakukan lima nilai budaya kerja itu, menurut Lukman, sesungguhnya para karyawan itu tidak sedang hanya membangun institusi saja, tapi sudah membangun suatu kewajiban dan pada ujungnya membangun  bangsa, yang pada akhirnya ikut membangun peradaban dunia ke arah yang lebih baik. “Jadi hal-hal kecil yang kita lihat sekarang ini sesungguhnya punya makna yang luar biasa. Itu sesuatu yang relevan dengan ajaran agama. Karena semua yang kita lakukan ini ensensinya adalah ajaran agama,” kata Lukman. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.