Rapat Bareng Kapolri, Menteri Luhut: Ada Info Syiah Ditarget

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Pandjaitan. TEMPO/Subekti

    Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Pandjaitan. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Politik, dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan siang tadi mendatangi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, alias Ahok, di kantornya.

    Luhut mengatakan kedatangannya ke Balai Kota untuk memenuhi undangan santap siang dari Ahok. Luhut tampak tergesa-gesa meninggalkan ruangan Ahok ketika ditemui seusai pertemuan. "Ini saya buru-buru mau rapat sama Kapolri, " ujarnya seusai pertemuan pada Rabu 2 Desember 2015.

    Luhut mengatakan rapat tersebut terkait dengan aksi teroris, menindaklanjuti informasi dari Badan Intelijen Negara (BIN) dalam sebulan terakhir. "Selama sebulan ini kami konsentrasi karena info dari intelijen bahwa ada kelompok Syiah mau ditarget, " kata Luhut. Ia mengaku rapat bersama Kapolri dimaksudkan untuk membahas pengamanan dan antisipasi perihal ancaman tersebut. "Kami ingin Indonesia tenang, nggak seperti di Syiria atau Irak," ucap dia.

    Sementara itu, Ahok pun senada dengan Luhut bahwa dirinyalah yang mengundang Luhut untuk datang. "Saya undang makan siang, ngobrol lucu-lucu aja," ucap dia. Lebih lanjut, ia pun membantah kunjungan Luhut terkait dengan hubungan dinas ataupun membicarakan permasalahan pekerjaan lainnya.

    Ahok pun meyakinkan bahwa tidak ada pembicaraan khusus di dalam pertemuan singkat tersebut. "Makan tok, saya orangnya nggak nutupin, ngapain juga ditutupin," kata Ahok.

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.