Sidang MKD, Sudirman Said Beberkan Alasan Laporkan Novanto  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 1 Desember 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 1 Desember 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said membeberkan alasannya melaporkan rekaman percakapan terkait dengan lobi perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia yang melibatkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto.

    Dia mengaku terdorong melaporkan skandal itu karena harkat dan martabat Presiden sudah direndahkan. “Orang yang bukan bidang pekerjaannya menggunakan pengaruh untuk menawarkan solusi ke pihak yang bernegosiasi, ini tidak sejalan dengan kode etik. Menggunakan nama presiden dan wakil presiden yang merupakan simbol negara merendahkan martabat negara ini,” katanya dalam sidang Mahkamah Kehormatan DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 2 Desember 2015.

    Sudirman mengatakan hal itu saat menjawab pertanyaan dari salah satu anggota MKD dari Fraksi Partai NasDem, Akbar Faisal. Sudirman mengaku sudah berkonsultasi lebih dulu kepada presiden dan wakil presiden sebelum melaporkan Setya Novanto ke MKD.

    “Saya sampaikan kepada Presiden dan beberapa hari kemudian saya sampaikan kepada Wapres. Ini perlu diketahui Presiden dan Wakil Presiden,” ujarnya.

    Sudirman Said melaporkan Setya Novanto dan seorang pengusaha karena diduga mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait dengan perpanjangan kontrak Freeport Indonesia dalam pertemuan dengan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin pada 8 Juni lalu.

    ANGGA SUKMAWIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.