Banjir dan Longsor Pematang Siantar, Dua Warga Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. Aris Andrianto/Tempo

    Ilustrasi. Aris Andrianto/Tempo

    TEMPO.CO, Medan - Banjir dan longsor terjadi di dua kelurahan di Kota Pematang Siantar, yakni Kelurahan Simarito dan Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara. Banjir yang terjadi pada pukul 23.30 hingga 00.30 tadi menyebabkan dua orang tewas dan puluhan orang lain terluka. Banjir juga menyebabkan 14 rumah rusak parah, bahkan 3 di antaranya hanyut terseret air, Rabu, 2 Desember 2015.

    Hujan deras yang mengguyur Pematang Siantar sejak pukul 17.00 hingga pukul 22.30 tadi malam menjadi pemicu bencana tersebut. Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sumatera Utara Komisaris Besar Helfi Assegaf, banjir menewaskan dua warga Siantar Barat bernama Julianarti, 52 tahun, warga Jalan Rajawali, Kelurahan Simarito Siantar Barat, dan Nursiem, 80 tahun, warga Jalan Serdang, Kelurahan Siantar Barat.

    "Korban Julianarti tewas terseret material longsoran tanah dari belakang rumahnya. Adapun Nursiem tewas terseret air deras yang menjebol belakang rumahnya, sehingga tubuhnya terseret air hingga 15 meter," kata Helfi.

    Selain dua warga tewas, banjir menyebabkan puluhan warga menderita luka akibat tertimpa material longsor. Bencana di Siantar, menurut Helfi, begitu cepat. Sesaat setelah tembok kuburan Cina yang berbatasan dengan sungai di Kelurahan Banjar roboh akibat hujan, air langsung menerjang rumah warga. "Dua rumah warga di belakang rumah dinas kepala Kepolisian Resor Siantar roboh akibat tertimpa tembok. Rumah dinas Kapolres serta sembilan rumah lainnya roboh tertimpa tembok kuburan Cina di Kelurahan Banjar. Adapun tiga rumah di kelurahan itu terseret arus air," tutur Helfi.

    Luapan air juga menjebol kolam buaya milik Taman Hewan Pematang Siantar. Dilaporkan 18 ekor buaya lepas dari kolam. Namun, menurut Helfi, semua buaya sudah ditangkap dan dikembalikan ke kolam Taman Hewan Pematang Siantar.

    Atas bencana yang datang tiba-tiba itu, Kepala Polres memerintahkan semua personel Polres Siantar dan kepolisian sektor sewilayah hukum Pematang Siantar siaga bencana alam. "Semua personel saya perintahkan siaga bencana alam dan berkoordinasi dengan badan penanggulangan bencana," ucap Kepala Polres Siantar Ajun Komisaris Dodi Darjanto.

    SAHAT SIMATUPANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.