Minggu, 22 September 2019

COP21: 4 Negara Eropa Gelontorkan Dana US$ 500 Juta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paviliun Indonesia yang berlokasi di Hall 2B, Paris Le Bourget, terus dibenahi menjelang pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim (Conference of Parties/COP) 21 di Paris, Prancis, 29 November 2015. Presiden Joko Widodo dijadwalkan meresmikan Paviliun Indonesia pada 1 Desember 2015 sebelum kembali ke Jakarta. ANTARA/Virna Puspa Setyorini

    Paviliun Indonesia yang berlokasi di Hall 2B, Paris Le Bourget, terus dibenahi menjelang pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim (Conference of Parties/COP) 21 di Paris, Prancis, 29 November 2015. Presiden Joko Widodo dijadwalkan meresmikan Paviliun Indonesia pada 1 Desember 2015 sebelum kembali ke Jakarta. ANTARA/Virna Puspa Setyorini

    TEMPO.CO, Paris - Empat negara Eropa bersedia menyediakan dana sebesar US$ 500 juta untuk membantu negara berkembang dalam rangka pengurangan emisi karbon. Keempat negara tersebut, yaitu Swedia, Norwegia, Jerman, dan Swiss.

    Dana tersebut akan dikelola oleh lembaga Fasilitas Aset Karbon Transformatif bentukan Bank Dunia. Lembaga ini akan mengelola dana itu dalam bentuk proyek pengurangai efek gas rumah kaca, termasuk kampanye nasional. Misalnya, adaptasi pengurangan energi fosil ke energi baru-terbarukan.

    Bersama negara berkembang kami akan menemukan cara untuk mengurangi karbon," kata Presiden World Bank, Jim Yong Kim, di Konferensi Internasional Perubahan Iklim ke-21 (COP21 Paris), Selasa, 1 Desember 2015.


    Kim mengatakan inisiatif ini adalah salah satu cara untuk menjaga lingkungan demi keberlangsungan hidup manusia. Rencananya, kata dia, dana akan digelontorkan pada awal 2016. Bank Dunia menargetkan investasi mitigasi perubahan iklim sebesar US$ 2 miliar.

    Sebelumnya, 11 negara donor telah berjanji untuk mengumpulkan US$ 250 juta untuk mendukung program mitigasi dan adaptasi negara-negara yang paling rentan terkena imbas perubahan iklim. Ke-11 negara tersebut adalah Kanada, Denmark, Finlandia, Perancis, Jerman, Irlandia, Italia, Swedia, Swiss, Inggris, dan Amerika Serikat. Mereka mengumumkan komitmen mereka melalui Least Develop Countries Fund (LDCF), dana mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang dikelola oleh Global Environtment Facility (GEF).

    Menanggapi komitmen tersebut, Ketua GEF Naoko Ishii, menyatakan bahwa dana menjadi salah satu unsur penting dalam perubahan iklim. "Untuk mengisi program-progam menjaga lingkungan, seperti teknologi terbarukan dan program reduksi emisi karbon," ujar Ishii dalam pernyataan pers yang diterima Tempo, Senin, 30 November 2015.

    Ihwal pendanaan merupakan salah satu aspek yang akan dibicarakan dalam Conference of Parties 21 (COP21 Paris). Isu ini kian menguat menjelang 30 November 2015 atau hari pembukaan COP21 Paris.

    Ishii mengatakan, kekeringan, aiknya permukaan laut dan dampak perubahan iklim lainnya, sudah mulai menyerang banyak negara-negara berkembang ataupun negara negara kepulauan. "Mereka paling rentan," ujarnya.

    Pembiayaan baru, menurut Ishii, memungkinkan GEF menyanggupi permintaan sokongan dana dari banyak negara. Mulai dari pendekatan baru pembangunan, ketahanan pangan, adaptasi nasional, dan investasi teknologi.

    AMRI MAHBUB (PARIS)




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe