Pilkada Sulawesi Selatan, Polda Kirim Pasukan Berjaga di Pulau-pulau

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota Polisi berkumpul untuk mengikuti pelatihan rutin pengendalian massa (dalmas) di Alun-alun Selatan, Yogyakarta, 18 November 2015. Latihan tersebut dilakukan untuk meningkatkan ketrampilan pengendalian massa menghadapi Pilkada 2015. TEMPO/Pius Erlangga

    Sejumlah anggota Polisi berkumpul untuk mengikuti pelatihan rutin pengendalian massa (dalmas) di Alun-alun Selatan, Yogyakarta, 18 November 2015. Latihan tersebut dilakukan untuk meningkatkan ketrampilan pengendalian massa menghadapi Pilkada 2015. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Makassar - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Inspektur Jenderal Puji Hartanto Iskandar mulai mengerahkan pasukan ke pulau-pulau kecil di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan untuk menjaga distribusi logistik, pemungutan suara, hingga penghitungan suara di TPS saat pemilihan kepala daerah serentak pada 9 Desember 2015.

    “Personel juga harus menjamin semua kertas suara sampai ke KPUD Pangkep dengan aman,” kata Puji saat melepas pasukan pengamanan pilkada serentak di Pelabuhan Paotere, Makassar, Selasa, 1 Desember 2015.

    Menurut Puji, dalam melakukan pengamanan, semua personel kepolisian tidak boleh berkhianat kepada institusi Polri. Polisi harus menjaga netralitas dan tidak boleh memberikan pelayanan yang berbeda terhadap kelompok tertentu serta harus menjaga wibawa Polri sebagai pelayan dan pengayom masyarakat. “Saya ulangi, tidak boleh ada yang berkhianat. Jika ada yang berkhianat, sanksinya tegas,” ujarnya.

    Selama bertugas di pulau-pulau, polisi harus tetap menjalankan prosedur operasional standar (SOP) dalam melakukan tindakan dan tidak boleh ada keraguan selama SOP sudah benar. “Libatkan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pemilihan,” tuturnya.

    Kepala Kepolisian Resor Pangkajene dan Kepulauan Ajun Komisaris Besar M. Hidayat mengatakan, untuk pengamanan pemilihan bupati-wakil bupati, Polres Pangkep melibatkan personel dari Brimob Polda Sulawesi Selatan, personel Polres Pangkajene, dan TNI. “Mereka akan bertugas selama 15 hari,” katanya.

    Sebelum membarangkatkan personel pengamanan, Polres Pangkajene telah memetakan TPS rawan dan TPS tidak rawan. TPS yang dianggap rawan akan dijaga satu polisi. Sedangkan setiap dua TPS yang tidak rawan akan dijaga satu polisi. “Ada dua kecamatan yang terdiri atas pulau-pulau kecil, yaitu Kecamatan Liukang Tangaya dan Liukang Kalmas,” ujarnya.

    Untuk Kecamatan Liukang Tangayya, ada 36 TPS yang tersebar di 24 pulau. Pulau terdekat dari Makassar memiliki jarak 119 mil laut dengan waktu tempuh 12 jam. Sedangkan pulau terjauh berjarak 350 mil laut dengan waktu tempuh 35 jam. “Dari Pelabuhan Paotere, Makassar,” ucapnya.

    Sementara itu, Kecamatan Liukang Kalmas memiliki 24 TPS yang tersebar di 13 pulau. Pulau terdekat dari Paotere memilik waktu tempuh 6 jam, sedangkan pulau terjauh memiliki waktu tempuh 26 jam. “Secara fisik dan mental, semua personel sudah siap,” katanya.

    Kepala Bagian Hubungan Masyarakat KPUD Sulawesi Selatan Asrar Malang mengatakan, untuk dua kecamatan, KPUD mendistribusikan sekitar 24 ribu kertas surat suara. Selain itu, ada 60 kotak suara dan 120 bilik suara. “Semua dikemas dengan baik agar tidak mudah terkena air,” ujarnya.

    MUHAMMAD YUNUS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.