12 Desember Stasiun Kereta Gantung Dago-Cihampelas Digarap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Bandung, Ridwan Kamil setibanya di Gedung KPK, Jakarta, 24 November 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Walikota Bandung, Ridwan Kamil setibanya di Gedung KPK, Jakarta, 24 November 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Bandung - PT Aditya Dharmaputra Persada Development sebagai pelaku proyek pembangunan purwarupa cable car (kereta gantung) Bandung Skybridge, optimistis ground breaking bisa dilakukan pada tanggal 12 Desember 2015 mendatang.

    Proyek kereta gantung senilai 8 juta euro ini akan menghubungkan dua stasiun, Gelapnyawang (Dago) dan Cihampelas. "Sejauh ini masih on schedule. Masih berharap tanggal 12 (Desember 2015) menjadi kenyataan. Kita sudah siap dari sisi developer," kata Sandjaya Susilo, CEO PT Aditya Dharmaputra Persada Development saat ditemui di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalemkaum, Senin, 30 November 2015.

    Target proyek ini akan selesai dikerjakan selama satu setengah tahun. Selain kereta gantung sepanjang 800 meter, di Stasiun Gelapnyawang juga akan dilengkapi dengan gedung parkir seluas satu hektare. Gedung parkir ini cukup canggih karena menggunakan teknologi lift.

    "Mungkin cable car akan selesai lebih duluan. Akhir tahun depan (2016) sudah mulai berjalan. Gedung parkir menyusul," ucapnya. Saking luas dan canggih, gedung parkir ini bahkan bisa menampung 500 mobil. "PKL yang ada di sekitarnya akan diakomodasi ke dalam proyek ini," akunya.

    Selain itu, Sandjaya mengatakan, pihaknya siap mengakomodasi pemerintah Kota Bandung yang ingin menggunakan sistem public private partnership (PPP) jika ke depan lelang proyek cable car sepanjang 41,2 kilometer bisa dimenangkan oleh PT Aditya Dharmaputra Persada Development.

    Sistem PPP tersebut memungkinkan pemerintah Kota Bandung membayar keseluruhan proyek cable car yang digarap pihak swasta dengan cara mencicil dalam jangka waktu tertentu. "Kita siap. Bahkan ada tim khusus untuk PPP," tuturnya.

    Sebenarnya, lanjut Sandjaya, dari awal pihaknya sudah melakukan penawaran kepada pemerintah Kota Bandung untuk melakukan kerja sama dengan sistem PPP. "Tapi ternyata tidak semudah itu. Jalurnya panjang sekali, payung hukumnya harus benar-benar siap dari Pemkot dan Pemprov, makanya kita buat prototipe ini dulu. Pintu masuknya dari sini," ujarnya.

    Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil akan segera menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwal) Rencana Induk Transportasi yang akan mengatur pembangunan prototipe cable car (kereta gantung) Bandung Skybridge sepanjang 800 meter yang menghubungkan Jalan Gelapnyawang (Dago) dan Cihampelas.

    Perwal tersebut akan ditandatangani pada Rabu, 2 Desember 2015 mendatang. "Intinya sudah aman, tanda tangan hanya masalah waktu. Saya tadi periksa ada redaksional yang kurang tepat. Perwal ditandatangani Rabu pagi," kata Ridwan Kamil di Pendopo Kota Bandung, Senin, 30 November 2015.

    Selain mengatur tentang Bandung Skybridge sebagai purwarupa, Perwal tersebut akan mengatur izin pembangunan dua halte Bandung Skybridge di Gelapnyawang dan Cihampelas. "Karena stasiunnya berada di atas jalan aspal maka dihitung sebagai halte pemberhentian sehingga tidak perlu ada IMB dan tidak ada di dalam kavling. Jadi kita permudah perizinannya," akunya.

    Selain itu, Ridwan Kamil akan mengejar rekomendasi dari Gubernur Jawa Barat dan Kementerian Perhubungan agar payung hukum kereta gantung yang menggunakan teknologi Doppelmayr dari negara Austria ini bisa lebih kuat. Dokumen Rencana Desain Tata Ruang (RDTR) pun saat ini tengah dikaji oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat.

    "Formalitas rekomendasi Gubernur dan Kementerian, tapi subtansinya ada di situ (Perwal)," tuturnya.

    Sementara itu, Ridwan Kamil yakin rencana pembangunan kereta gantung yang akan dioperasikan sebagai fasilitas wisata ini tidak akan berbenturan dengan Peraturan Presiden nomor 26/2013 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Perkotaan Cekungan Bandung. Pasalnya, rute yang dibuat hanya di dalam Kota Bandung saja. 

    "Perpres itu krusialnya untuk transportasi lintas wilayah, kalau tidak lintas wilayah perpres itu hanya pelengkap saja. Kalau saya bikin rute sendiri di dalam Kota Bandung, Perpres hanya pelengkap saja, yang penting ada di RDTR karena itu Perda," jelasnya.

    Dengan dikejarnya dokumen-dokumen dan Perwal tersebut, Ridwan Kamil optimistis ground breaking purwarupa Bandung Skybridge bisa dilakukan Desember 2015. "Saya menargetkan ke tim agar tetap bulan Desember proses ground breaking itu ada. Jadi dokumen rute-rute ada di RDTR yang sekarang sedang finalisasi di Provinsi Jawa Barat," tandasnya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.