Selasa, 17 September 2019

COP21 Paris, Jokowi: Badan Restorasi Gambut Segera Dibentuk  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Indonesia, Jokow Widodo saat menghadiri Konferensi Internasional Peru UNFCCC COP21 di paris, Perancis. Dok/Istana

    Presiden Indonesia, Jokow Widodo saat menghadiri Konferensi Internasional Peru UNFCCC COP21 di paris, Perancis. Dok/Istana

    TEMPO.CO, Paris - Presiden Joko Widodo menyatakan akan membentuk Badan Restorasi Gambut guna memperbaiki lahan gambut yang rusak lantaran kebakaran lahan dan hutan. Dia mengatakan, rancangan aturannya sudah siap. "Tinggal teken saja, minggu depan sudah jadi," ujar Jokowi kepada media di sela-sela kunjungannya ke Paviliun Indonesia di COP21, Senin, 30 November 2015.

    Nantinya, kata Jokowi, badan tersebut akan memiliki beberapa fungsi, yakni mengatur penggunaan lahan gambut dan mengevaluasi izin-izin hak penggunaan atas hutan yang sudah turun.

    Selain itu, Jokowi menyatakan akan mengajak masyarakat adat untuk menjaga hutan. "Karena mereka yang tahu kondisinya persis," kata Jokowi. Hanya, Jokowi belum mau mengungkapkan bentuk keterlibatan tersebut.

    Jokowi mendatangi Paviliun Indonesia setelah memberikan pernyataan kenegaraan dalam Konferensi Perubahan Iklim Internasional (COP21). Jokowi datang sekitar pukul 17.35 waktu setempat. Jokowi datang mengenakan setelan jas hitam. Ia didampingi oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

    Saat Jokowi datang, di Paviliun Indonesia sebetulnya sedang berlangsung dialog antarumat beragama yang dimoderatori Hasan Wirayuda. Melihat kedatangan Jokowi yang tiba-tiba itu, dialog sontak dihentikan. Para pembicara, salah satunya mantan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhammad Din Syamsuddin dan Hasan Wirayuda, langsung berdiri menyambut Jokowi. Jokowi pun menyalami mereka satu per satu.

    Saat Jokowi datang, Din menyatakan apresiasinya atas pidato kenegaraan yang diberikan Jokowi. "Kami memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia," kata Din. Selesainya dari Paviliun Indonesia, Jokowi langsung pergi. Tak ada informasi resmi mengenai agenda Presiden setelah ini.

    Hari ini, Senin, 30 November 2015, merupakan pembukaan Konferensi Internasional Perubahan Iklim (COP21). Semua kepala negara yang hadir, termasuk Presiden Joko Widodo, memberikan pernyataan nasional dalam pembukaan selama lima menit. Indonesia termasuk salah satu peserta Konferensi. Delegasi Indonesia mencapai 450 orang, yang terdiri atas pemerintah, lembaga, perusahaan swasta, dan media.

    Dalam pernyataan nasionalnya di COP21, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa Indonesia sanggup menurunkan emisi sebesar 29 persen pada tahun 2030. Bahkan sampai 41 persen jika mendapatkan bantuan internasional.

    Menurut Jokowi, penurunan emisi dilakukan dengan mengambil beberapa langkah di berbagai bidang. Di bidang energi dengan pengalihan subsidi bahan bakar minyak ke sektor produktif. Juga, peningkatan penggunaan sumber energi terbarukan hingga 23 persen dari konsumsi energi nasional pada tahun 2025. Salah satunya ialah pengolahan sampah menjadi sumber energi.

    Dalam bidang tata kelola hutan dan sektor lahan, kata Jokowi, akan dilakukan penerapan one map policy. "Yakni menetapkan moratorium dan review izin pemanfaatan lahan gambut, pengelolaan lahan, dan hutan produksi lestari," kata Jokowi dalam pernyataannya di hadapan ratusan pemimpin negara dunia.

    AMRI MAHBUB (PARIS)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.