Penderita HIV/AIDS Bisa Berumur Panjang, Ini Caranya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Soe Zeya Tun

    REUTERS/Soe Zeya Tun

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Makassar, Asis Lasabbi, mengatakan orang dengan HIV/AIDS atau ODHA tetap bisa hidup sehat, melakukan kegiatan produktif, dan berumur panjang.

    Syaratnya, ODHA harus mengetahui lebih awal keberadaan virus yang belum memiliki obat ini di dalam tubuhnya. "Jadi kita bisa segera memberikan pendampingan khusus dan memberikan obat yang menghambat pertumbuhan virus dalam tubuh," kata Asis kepada Tempo, Senin, 30 November 2015.

    Menurut Asis, banyak penderita HIV/AIDS tidak bisa tertolong karena depresi. Semangat untuk hidupnya hilang, bahkan ada keinginan untuk mengakhiri hidup. "Apalagi yang terlambat dideteksi. Jika sudah terbaring lemas, kemungkinan untuk kembali sehat susah," katanya.

    Asis mengatakan di Kota Makassar, kasus AIDS pertama kali ditemukan pada 1996. Meski begitu, banyak penderita yang sampai saat ini masih hidup layaknya orang sehat, tetap bekerja mencari nafkah untuk keluarga dan melakukan kegiatan yang bermanfaat.

    "Karena sejak awal mereka sudah tahu bahwa mereka terpapar virus HIV. Sebelum meningkat ke stadium AIDS, dilakukan pencegahan dengan cara pengobatan rutin serta menerapkan pola hidup sehat," kata Asis.

    Asis mengatakan masih banyak warga yang tidak mau memeriksakan diri ke pusat pelayanan kesehatan karena menganggap HIV/AIDS berhubungan dengan moral. Orang yang terpapar masih mendapat stigma negatif dari masyarakat. Padahal jika sejak dini bisa dideteksi, penderitanya bisa diselamatkan. Penularannya pun bisa dicegah.

    Asis berharap pada peringatan Hari AIDS Sedunia hari ini, 1 Desember 2015,  penderita atau masyarakat tidak lagi menganggap AIDS sebagai penyakit nista. Sebab, penderita HIV/AIDS tidak lagi menyerang kelompok yang sering melakukan penyimpangan seks atau seks bebas. Tidak juga hanya menyerang pengguna narkoba.

    “Tapi sudah menyebar sampai ke ibu rumah tangga dan anak yang tidak pernah melakukan hubungan seks menyimpang dan narkoba,” katanya.

    Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal mengatakan HIV/AIDS harus menjadi masalah semua orang. “Mulai sekarang semua harus bergerak memerangi penyakit ini,” kata Ical, sapaan Syamsu Rizal.

    Menurut Ical, jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Makassar bisa mencapai 100 ribu orang jika mengacu kepada data terkini yang dilaporkan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Makassar. “Sekarang laporannya sudah lebih 7.000 orang terkena HIV/AIDS. Jika setiap orang mewakili 10 sampai 20 penderita, jumlahnya sudah lebih 100 ribu orang,” kata Ical.

    Ical menambahkan, perkiraan ini muncul karena tidak semua penderita HIV/AIDS atau ODHA bisa didata atau mau mengaku terpapar penyakit ini. “Jadi yang 7.000 itu hanya sebagian kecil saja. Ini sudah menjadi fenomena gunung es. Yang tidak tampak kemungkinan masih lebih banyak,” katanya.



    MUHAMMAD YUNUS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gaji Gubernur dan Perbandingan Luas Jawa Tengah dengan Malaysia

    Dalam Debat Pilpres 2019 pertama pada 17 Januari 2019, Prabowo Subianto menyinggung besaran gaji gubernur dengan mengambil contoh Jawa Tengah.