AIDS Sedunia 2015, Fokus Pencegahan di Sektor Transportasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi HIV/AIDS. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Ilustrasi HIV/AIDS. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Sigit Priohutomo, mengatakan, pada peringatan AIDS Sedunia 2015, pemerintah fokus mempromosikan pencegahan AIDS pada alat transportasi.

    “Leading Sector AIDS 2015 adalah Kementerian Perhubungan,” kata Sigit di Kementerian Kesehatan Senin 30 November 2015.

    Bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan, promosi pencegahan penularan AIDS dilakukan pemerintah pada alat transportasi umum darat, laut, dan udara. Alasannya, saat ini sektor transportasi adalah salah satu sektor yang rawan terpapar HIV. “Karena menyangkut interaksi antarmanusia yang berasal dari satu tempat ke tempat lain,” katanya.

    Sigit mengatakan, mobilisasi manusia memungkinkan penularan HIV melalui hubungan seksual. Maklum saja, perpindahan manusia, khususnya para pria, banyak terjadi. Baik perpindahan antarkampung, kota, bahkan negara. Alasan lain yang menjadi bagian utama dalam dunia transportasi adalah pria, perpindahan, dan uang.

    Menurut Sigit, satu domain yang identik dengan dunia transportasi adalah pria, berpindah-pindah, dan uang (man, mobile, dan money). Para pria bila ingin pergi ke suatu tempat biasanya membawa uang lebih. Tak jarang mereka tertular atau bahkan menularkan penyakit HIV/AIDS. Sigit berharap, dengan promosi pencegahan HIV/AIDS pada alat transportasi umum diharapkan masyarakat lebih waspada.

    Pada peringatan Hari AIDS Sedunia jatuh hari ini, 1 Desember 2015, Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa jumlah HIV/AIDS pada 2015 berkurang dari tahun lalu. Jumlah kasus HIV pada 2015 berjumlah 24.791 dan kasus AIDS berjumlah 3.127. Jumlah ini berkurang dari 2014 dengan HIV berjumlah 32.711 kasus dan AIDS berjumlah 5.494 kasus.

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.