Pesan Rio Capella buat Setya Novanto: Beri Publik Penjelasan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Patrice Rio Capella, memberikan keterangan kepada awak media, di Gedung DPP Partai Nasdem, Jakarta, 15 Oktober 2015. KPK menilai Rio Capella ikut berperan dalam penanganan perkara dana bansos. Ia diduga memberikan bantuan untuk mengurus penyelesaian perkara, apakah ditangani Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara atau Kejaksaan Agung. TEMPO/Imam Sukamto

    Patrice Rio Capella, memberikan keterangan kepada awak media, di Gedung DPP Partai Nasdem, Jakarta, 15 Oktober 2015. KPK menilai Rio Capella ikut berperan dalam penanganan perkara dana bansos. Ia diduga memberikan bantuan untuk mengurus penyelesaian perkara, apakah ditangani Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara atau Kejaksaan Agung. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Patrice Rio Capella, yang kini menjadi terdakwa, memberi pesan kepada rekannya Ketua DPR Setya Novanto yang kini terbelit skandal calo Freeport. "Beri penjelasan kepada publik," katanya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin, 30 November 2015. Ia juga meminta agar semua orang memberikan ruang kepada Novanto untuk berbicara.

    "Beliau seakan-akan tidak punya kesempatan untuk memberikan penjelasan. Kita harus menempatkan dia dalam asas praduga tak bersalah. Itu penting," kata Rio. Ia menjelaskan, jangan sampai masyarakat belum tahu duduk persoalannya, tapi seakan-akan Novanto sudah dihukum. "Semua harus menahan diri sampai proses di MKD (Mahkamah Kehormatan Dewan) selesai."

    Ia melanjutkan, MKD harus transparan dalam pemeriksaan Novanto. "Jangan sampai unsur politiknya lebih besar," kata Rio. MKD tengah membahas laporan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said. Sudirman melaporkan Novanto atas dugaan mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam rencana perpanjangan proyek dengan PT Freeport Indonesia. 

    Sementara Rio adalah terdakwa Komisi Pemberantasan Korupsi. Dia diduga menerima suap Rp 200 juta dari Gubernur Sumatera Utara nonaktif, Gatot Pujo Nugroho, dan istrinya, Evy Susanti. Uang itu dititipkan Evy melalui teman Rio yang juga staf magang di kantor pengacara OC Kaligis, yakni Fransisca Insani Rahesti. KPK menduga pemberian ini untuk meminta Rio membantu mengamankan kasus dugaan korupsi Gatot yang ditangani Kejaksaan Agung.

    Rio menjadi tahanan KPK sejak Jumat, 23 Oktober 2015. Sejak dinyatakan sebagai tersangka, Rio mengundurkan diri sebagai anggota DPR dan anggota Partai NasDem yang sekaligus Sekretaris Jenderal NasDem. Ia bercerita bahwa ia sekarang lebih banyak beribadah di tahanan. "Saya ngobrol sama teman-teman. Tentang persoalan masing-masing," katanya. Selain keluarga, Rio mengaku kangen dengan teman-temannya di DPR.

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.