7 Agenda Presiden Jokowi di KTT Perubahan Iklim Paris

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi memberikan hormat saat menginspeksi barisan tentara dalam seremonial penyambutan di Istana Kepresidenan Singapura, 28 Juli 2015.  REUTERS/Edgar Su

    Presiden Jokowi memberikan hormat saat menginspeksi barisan tentara dalam seremonial penyambutan di Istana Kepresidenan Singapura, 28 Juli 2015. REUTERS/Edgar Su

    TEMPO.CO, Paris - Agenda Presiden Joko Widodo (Jokowi)   di Paris hari ini, Senin 30 November 2015, cukup padat. Menurut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi , Presiden Jokowi akam menghadiri tujuh acara dalam rangkaian Konferensi Perubahan Iklim (COP) ke 21 Paris.

    "Besok Presiden kurang lebih ada tujuh acara. Acara pertama tentunya partisipasi aktif Presiden dalam leaders event," ujar Menlu Retno di Paris, Senin 30 November 2015 dini hari. Sesuai namanya, kata Retno, "leaders event" adalah pertemuan kepala negara atau pemerintahan.  Pertemuan hanya akan berlangsung selama satu hari saja pada Senin, 30 November 2015.

    "Lalu akan ada negosiasi hingga tanggal 11 Desember 2015. Tentunya penyelenggaraan leaders event ini bermaksud untuk memberikan political boost (dorongan secara politik) terhadap negosiasi dengan harapan suksesnya penyelenggaraan COP 21," ujar Retno.

    Selain itu,  menurut Retno, akan ada empat pertemuan bilateral pemerintah Indonesia dengan Belanda,  Serbia, Norwegia, dan Peru. Presiden Jokowi juga akan  melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Serbia Tomislav Nikolic, Perdana Menteri Kerajaan Belanda Mark Rutte, Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg, dan Presiden Peru Ollanta Humala.

    Menlu juga menambahkan bahwa Presiden Jokowi juga akan menghadiri dua event besar di luar konteks COP21, yaitu "Mission Innovative" yang membahas masalah renewable energy. Acara Mission Innovative ini akan dihadiri 16 negara dan pengusaha Amerika  Bill Gates.

    Acara kedua di luar konteks COP21 adalah "Leaders event on forest and climate change", di antaranya diikuti oleh Norwegia, Prancis, Indonesia, Brasil dan negara lainnya yang mempunyai hutan dan mempunyai komitmen untuk melakukan sustainable forestry (pengelolaan hutan berkelanjutan).

    Agenda pertemuan dengan Peru digelar Selasa 1 Desember 2015.  Retno mengatakan bahwa pertemuan tersebut akan membahasa masalah keketuaan Peru dalam APEC, dimana Indonesia juga memiliki beberapa isu yang akan dititipkan selama keketuaan Peru.

    Usai melakukan pertemuan dengan kepala negara Peru, Presiden Jokowi juga dijadwalkan untuk meninjau paviliun Indonesia yang ada di lokasi acara COP 21 di Parc des Expositions du Bourget, Paris

    Selanjutnya, menurut Menteri Luar negeri Retno Marsudi, Presiden Joko Widodo dijadwalkan juga akan berpidato selama tiga menit pada Pertemuan Para Pihak (Conference of Parties/COP) Ke-21 Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC).

    Jokowi berbicara setelah Presiden Filipina Benigno Aquino dan Presiden Ukraina Petro Porosenko. Rencananya akan hadir 147  kepala negara dan kepala pemerintahan, termasuk Presiden Barrack Obama, Presiden Vladimir Putin, Presiden Xi Jin Ping, Perdana Menteri David Cameron dan lainnya.  Masing-masing kepala negara akan berpidato selama 3 menit pada konferensi puncak iklim yang digelar setiap tahun ini.

    AGUSTINA WIDIARSI  (PARIS)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.