Desainer Muda Re-Desain Kemasan Produk UKM Surabaya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengunjung melihat kerajinan di salah satu stan pada pameran kerajinan Inacraft ke-16, di Jakarta, Rabu (23/4). Inacraft diikuti oleh 1.600 perusahaan dan UKM dan memperdagangkan berbagai aksesoris, perhiasan, pakaian, kain tradisional dan produk tekstil. TEMPO/Tony Hartawan

    Seorang pengunjung melihat kerajinan di salah satu stan pada pameran kerajinan Inacraft ke-16, di Jakarta, Rabu (23/4). Inacraft diikuti oleh 1.600 perusahaan dan UKM dan memperdagangkan berbagai aksesoris, perhiasan, pakaian, kain tradisional dan produk tekstil. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Surabaya - Pelaku industri kreatif mencoba membantu mendongkrak produk hasil usaha kecil dan menengah di Kota Surabaya. Caranya, dengan mendesain ulang kemasan produk tersebut.

    Kolaborasi ini dilakukan terhadap 32 kemasan produk hasil Pahlawan Ekonomi, sebuah program pengembangan UKM skala rumahan yang dikembangkan Pemerintah Kota Surabaya. Pelaku industri kreatifnya adalah para desainer muda yang tergabung dalam Kreavi.com, sebuah platform jejaring kreatif Indonesia yang beranggotakan lebih dari 30 ribu orang.

    “Kami berinisiatif bikin gerakan bernama Tata Rupa, bekerja sama dengan UKM-UKM Surabaya," kata community leader Kreavi.com, Johana Kusnadi, kepada Tempo di Basha Market, Minggu 29 November 2015.

    Johana mengungkapkan, banyak produk UKM yang berkualitas baik namun secara desain kurang mendukung daya jualnya. “Kami ingin membantu UKM secara nyata melalui desain tanpa dibayar. Kalau produknya bagus, pembeli nggak malu beli produk UKM dan dijadikan oleh-oleh buat saudara atau ke luar negeri.”

    Johana mengatakan, proyek di Surabaya adalah yang pertama. Pihaknya menghubungkan 10 desainer Kreavi dari kalangan mahasiswa dengan produk Pahlawan Ekonomi. Tugas para desainer itu adalah memperbaiki desain logo dan kemasan agar lebih menarik.

    Sigit, satu pelaku UKM yang terlibat, mengaku sangat terbantu. Pria yang sudah berjualan bakso sejak 1996 itu mengaku menjadi tahu pentingnya visual dalam memasarkan produknya. “Desain kemasan dan logonya kurang, mau jual dengan harga mahal jadi susah,” ujarnya.

    Ia dibantu oleh Citra, seorang desainer anggota Kreavi.com yang membranding ulang bakso bikinannya. Mengusung nama Bakso Hitam, ia menjual bakso yang mengandung charcoal yang diyakini berfungsi sebagai anti-toxic.

    Logonya didesain sederhana, dengan latar bulatan hitam yang meleleh khas anak muda. “Rasanya unik, ada keju chedar, hot chilli, carbonara, keju mozzarella.”

    Penjual pecel semanggi online peserta program Pahlawan Ekonomi lainnya, Siti Aminah, juga merasakan manfaat yang sama. “Ya jadi lebih bagus. Pantes lah dijual lebih mahal,” tuturnya.

    Saat ini, terdapat total 32 produk UKM Surabaya yang sudah didesain ulang kemasannya. Desainer yang berpartisipasi pun juga datang dari kalangan profesional. Produk hasil redesain tersebut turut dipamerkan di satu sudut Basha Market Surabaya. “Ke depan kami ingin banyak desainer muda yang bergabung dalam gerakan Tata Rupa ini,” kata Johanna.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.