Priyo Budi Santoso: Rekaman Setya Novanto Mengerikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Setya Novanto disambut ketua forum Pemimpin Redaksi Suryopratomo (kiri), sebelum mengikuti pertemuan di Jakarta, Senin, 23 November 2015. Pertemuan tersebut antara lain membahas soal laporan Menteri ESDM, Sudirman Said ke Mahkamah Kehormatan Dewan. TEMPO/Imam Sukamto

    Setya Novanto disambut ketua forum Pemimpin Redaksi Suryopratomo (kiri), sebelum mengikuti pertemuan di Jakarta, Senin, 23 November 2015. Pertemuan tersebut antara lain membahas soal laporan Menteri ESDM, Sudirman Said ke Mahkamah Kehormatan Dewan. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Padang - Politikus Partai Golongan Karya, Priyo Budi Santoso, menyatakan adanya bukti rekaman pembicaraan antara Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoedin membuat Setya sulit mengelak.

    "Kalau saya lihat rekamannya, memang mengerikan itu. Tak bisa mengelak," ucap Priyo setelah mengikuti kampanye akbar pemilihan gubernur di Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu, 28 November 2015.

    Baca juga:
    Dituduh Suka Pamer Barang Mewah: Ayo Tebak, Apa Jawab Syahrini
    Duh, Diduga ISIS, 6 Wanita Indonesia Dideportasi Turki

    Priyo mengatakan partainya masih menunggu hasil sidang Mahkamah Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat agar kasus itu terang-benderang. "Kami menyerahkan sepenuhnya kepada MKD. Tapi (Prosesnya) harus secara terbuka dan jangan ditutupi," tuturnya.

    Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Sudirman Said melaporkan Ketua DPR Setya Novanto ke MKD atas dugaan mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam rangka membantu memuluskan perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia. Dalam pertemuan dengan pihak Freeport itu, Setya ditemani pengusaha Muhammad Riza Chalid.

    Menurut Priyo, MKD harus membuktikan kebenaran rekaman tersebut. Jika MKD menyatakan Setya tidak bersalah, Setya harus mendapatkan hak untuk merehabilitasi nama baiknya. Sebab, ujar Priyo, kasus ini sudah menjadi konsumsi publik.

    "Tapi, kalau kemudian rekaman tersebut memang demikian adanya, kami pun akan mengikhlaskan semua yang terjadi. Sebab, apa pun yang terjadi, Golkar akan tetap memilih membersihkan diri dan memilih untuk ke depannya menjauhkan diri dari praktek seperti itu," tuturnya.

    Priyo membantah Golkar akan membentengi Setya. Sebab, kata dia, Golkar berpikir jernih dalam melihat kasus ini. "Kalau yang terjadi terbukti, apa boleh buat, kami akan ikhlaskan. Toh, di Golkar masih bertebaran tokoh-tokoh yang memungkinkan bisa didorong untuk ke sana (menggantikan Setya Novanto)," ucapnya.

    Apalagi, tutur dia, publik sudah mengetahui kasus ini. Jadi, sekuat apa pun itu, tak akan bisa dibentengi.

    ANDRI EL FARUQI

    Baca juga:
    Jokowi Biarkan TNI Beli Heli Asing, PT Dirgantara Hancur?
    Dituduh Suka Pamer Barang Mewah: Ayo Tebak, Apa Jawab Syahrini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.