Rekor Wakaf: Pesantren Darunnajah Sumbang Rp 1,6 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj dalam pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmat 2015-2020 di Masjid Istiqlal, Jakarta, 5 September 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj dalam pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmat 2015-2020 di Masjid Istiqlal, Jakarta, 5 September 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Yayasan Darunnajah, Saifuddin Arief, mengatakan dalam memperingati ulang tahun ke 54, pondok pesantren Darunnajah Jakarta telah mewakafkan tanah seluas 602 hektare senilai Rp 1,6 triliun untuk pendidikan. Menurut Saifuddin, wakaf tersebut merupakan amanat dari pendiri pondok pesantren, Abdul Manaf Mukhayyar.

    “Kini Pondok Pesantren Darunnajah adalah milik umat Islam. Ini juga amanat dari Almarhum KH Abdul Manaf Mukhayyar sebagai wakif dan pendiri pondok pesantren Darunnajah,” kata Saifudin Arief di kawasan Pesanggrahan, Jakarta pada Sabtu 28 November 2015.

    Menurut Saifuddin, wakaf merupakan wujud nyata Darunnajah untuk berpartisipasi dalam mensejahterahkan umat Islam di Indonesia. Ini sesuai dengan tema syukuran 54 tahun Darunnajah “Dari Santri Untuk Bangsa”.

    Diharapkan masyarakat memahami pentingnya wakaf dan operasionalisasi wakaf produktif. “Alhamdulillah ini sudah dirapatkan, dan menjadi keputusan bersama, semua ikhlas dan bahagia dengan keputusan ini”, kata Saifuddin.

    Dalam penandatanganan Piagam Wakaf tersebut, dihadiri oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dan Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin. Selain itu, hadir juga sembilan duta besar dari negara-negara sahabat, serta para tokoh seperti Gus Salahuddin Wahid, Hidayat Nur Wahid, dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

    Di tahun 2015, aset tanah yang diwakafkan Darunnajah telah mencapai 677,5 hektare, dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia seperti di Riau, Kalimantan, Bandung, Jakarta, Bogor, Banten, Lampung, Bengkulu, dan wilayah lainnya. Selain tanah, Darunnajah juga memiliki berbagai aset wakaf lainnya seperti lembaga pendidikan, bangunan, perkebunan dan pertanian.

    Sebagai pondok pesantren yang mandiri, Darunnajah juga memiliki berbagai unit usaha ekonomi dari Yayasan Darunnajah yang dikelola sendiri untuk mengembangkan pesantren. Kini, selain di Jakarta, Darunnajah telah memiliki 17 cabang pesantren yang tersebar di wilayah Indonesia sepertiBanten, Bogor, Lampung, Bengkulu, hingga Kalimantan.

    Di Indonesia, Darunnajah adalah salah satu lembaga yang giat mengajak kaum muslim di Indonesia untuk mewakafkan yang mereka miliki untuk membantu menyelesaikan persoalan bangsa. ”Masalah kemiskinan, ketimpangaan pembangunan, dan berbagai problem sosial lainnya lambat laun akan semakin tergerus dengan semakin besarnya wakaf para muslimin di Indonesia. Darunnajah akan terus mengajak dan membimbing muslimin Indonesia untuk gemar wakaf. Demi kemajuan bangsa dan umat,” ujar Saifuddin.

    DESTRIANITA KUSUMASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.