Memenuhi Permintaan di Jepang, Perawat Belajar Bahasa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah calon haji mendapatkan perawatan di Balai Pengobatan Haji Indonesia, Mekkah, Arab Saudi, (25/10). ANTARA/Prasetyo Utomo

    Sejumlah calon haji mendapatkan perawatan di Balai Pengobatan Haji Indonesia, Mekkah, Arab Saudi, (25/10). ANTARA/Prasetyo Utomo

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 293 calon perawat dan careworker mengikuti pelatihan Bahasan Jepang sebagi langkah persiapan sebelum bekerja di negara tersebut.

    Pelatihan itu diselenggarakan di Pusat Pelatihan Bahasa milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan tenaga pengajar yang berasal dari Japan Foundation.

    Deputi Penempatan Badan Nasional Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Agusdin Subiantoro mengatakan pelantihan ini akan terus dilakukan seiring semakin meningkatnya permintaan tenaga kerja perawat oleh Jepang.

    "Ini merupakan tantangan kita bersama untuk memenuhi permintaan Nurse dan Carworker, karena itu perlu senergitas yang tinggi dan sungguh sungguh dari pihak pihak yang terlibat untuk mensukseskanya," katanya, Jumat (27 November 2015).

    Agusdin memaparkan, sejak 2008 lalu, tenaga perawat dan Careworker yang bekerja di Jepang mencapai 1.530 orang. Jumlah ini akan terus meningkat mengingat angka usia tua di negara tersebut cukup tinggi. "Pemerintah Jepang telah membiayai pelatihan ini dengan baik, dan karena itu kita harus dapat mempertahankan kepercayaan pemerintah Jepang," ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.