Robot dari Bekas Dispenser Ini Bisa Tanam Pohon

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Surabaya - Robot biasanya identik dengan alat-alat canggih dan instrumen elektrik yang rumit. Tapi anda pasti terperangah melihat 10 robot karya desainer Kreavi, sebuah platform jejaring kreatif, yang dipamerkan di Basha Market, Surabaya hari ini. Selain jauh dari kesan kaku, robot-robot itu unik, lucu, bahkan imut.

    Pimpinan komunitas Kreavi.com, Johana Kusnadi mengungkapkan, kompetisi Robo-Art alias Seni Robot diminati lebih dari 30 peserta dari seluruh Indonesia.

    “Tema besarnya adalah berkreasi membuat robot, tidak harus bisa bergerak betulan,” katanya kepada Tempo di Basha Market, Grand City, Surabaya, Jumat, 27 November 2015.

    Salah satunya, Robot MICO 2 karya Gunawan Alifianto, yang dibuat dari modifikasi mesin dispenser air bekas. Dalam deskripsinya, Gunawan menggambarkan robotnya sebagai robot asisten yang membantu menemukan dan mengumpulkan bibit tumbuhan yang berpotensi menghisap CO2 secara maksimal.

    “Karena di saat itu, manusia sudah tidak aman lagi untuk keluar dari tempat isolasi karena kurangnya kdar oksigen di luar. MICO.2 memiliki tangki untuk menyimpan dan menanam benih,” urainya.

    Karena ini bukanlah kompetisi membuat robot canggih, tampilan visual dan konsep yang unik menjadi andalan. Kreavi selaku penyelenggara, menilai kreativitas para peserta dalam menggunakan bahan-bahan bekas di sekitarnya. Selain menarik, konsep dan cerita di balik robot yang dibuat turut menambah penilaian.

    Pesertanya pun bukan berasal dari mahasiswa teknik atau mereka yang lihai membuat robot. “Sebanyak 70 persen yang ikut bukan yang ahli robot. Ada yang pakai botol deodorant, saklar bekas, dan lain-lain,” kata Johana.

    Dari 10 karya yang dipamerkan, juara pertama diraih oleh Nicolas Santoso dengan robot SAL-01. Robot berbahan plastik bekas itu berbentuk anak ayam dan berwarna kuning. SAL-01 diimajinasikan sebagai robot tahun 2031, yang berfungsi sebagai alat transportasi di theme park bagi anak-anak yang lelah berjalan.

    Selain robot-robot nyentrik itu, puluhan karya seni populer lainnya dipamerkan di Basha Market, sebuah bazaar tematik pertama di Surabaya. Mengambil tema Mad-Lab, para pengunjung diajak merasakan atmosfer berbeda dalam berbelanja. Kolaborasi para desainer muda melalui berbagai karya visual dan seni instalasi berpadu di sana. Juga terdapat 140 penjual online yang menggelar mereknya sendiri hingga tanggal 29 November mendatang.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.