Jokowi Siapkan Pidato di Konferensi Iklim Paris, Soal Asap?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto Monumen Arc de Triomphe di Paris ditayangkan saat penyanyi Celine Dion menyanyikan

    Foto Monumen Arc de Triomphe di Paris ditayangkan saat penyanyi Celine Dion menyanyikan "Hymne a l'amour" dalam ajang American Music Awards 2015 di Los Angeles, AS, 22 November 2015. Hal ini sebagai bentuk keprihatinan terhadap korban serangan teror di Paris sepekan lalu. REUTERS/Mario Anzuoni

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo akan memberikan pidato sekitar lima menit dalam Conference of Parties (COP) ke-21 di Paris, pada Senin, 30 November 2015.

    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan dalam pidato itu, Presiden akan menyampaikan sikap Indonesia mengenai sejumlah isu lingkungan.  Juga menyampaikan peran strategis Indonesia sebagai salah satu negara dengan porsi hutan terbesar.

    Dalam kesempatan itu, Jokowi akan menyampaikan bahwa Indonesia masih mengalami sejumlah masalah dalam menangani "hutan" dunia karena sebagai negara berkembang Indonesia masih perlu melakukan pembangunan ekonomi.

    Isi pidato Jokowi itu dibahas dalam rapat kabinet terbatas pada Jumat, 27 November 2015.  Sekretaris Kabinet Pramono Anung menjelaskan bakal ada 130 kepala negara dan kepala pemerintahan yang hadir di Paris.

    Pemerintah Prancis, kata Pramono,  telah menjamin keamanan para kepala negara yang datang. "Mereka secara khusus memberikan jaminan. Sebelum COP 21 ini, keamanan masuk ke Paris kan sangat ketat," katanya.

    Pramono mengatakan Prancis menyediakan keamanan ekstra dalam penyelenggaraan konferensi ini karena akan dihadiri oleh para pemimpin negara yang sangat berpengaruh di dunia. "Yang akan datang kepala negara yang sangat berpengaruh di dunia global, dari Obama, Putin, Xi Jinping, dan Pak Jokowi," katanya.

    Selain membahas isu perubahan iklim, Pramono mengatakan COP ke-21 akan menjadi simbol bagi para pemimpin dunia dalam memerangi terorisme dan radikalisme.

    ANANDA TERESIA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.