Subang Siapkan Dana Tanggap Bencana Rp 5-7 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tebing yang longsor akibat tergerus air hujan di Kampung Cimerak, Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireungas, Sukabumi, Jawa Barat, 29 Maret 2015, Bencana alam tersebut menewaskan 12 warga. TEMPO/Deden Abdul Aziz

    Tebing yang longsor akibat tergerus air hujan di Kampung Cimerak, Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireungas, Sukabumi, Jawa Barat, 29 Maret 2015, Bencana alam tersebut menewaskan 12 warga. TEMPO/Deden Abdul Aziz

    TEMPO.COSubang - Pemerintah Kabupaten Subang, Jawa Barat, menyiapkan dana sebesar Rp 5-7 miliar untuk mengantisipasi terjadinya bencana longsor dan banjir. "Sudah kami alokasikan di APBD 2015," kata Ketua Satuan Pelaksana Satlak Penanggulangan Bencana Alam Kabupaten Subang, Abdurakhman, Jumat, 27 Nopember 2015.

    Dana sebesar itu, Abdurakhman menjelaskan, sebagian besar akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan logistik dan membangun tenda-tenda darurat dan dapur umum. Keduanya diperlukan selama masa evakuasi para korban bencana.

    Ia juga mengatakan sudah menyiapkan sejumlah alat berat termasuk operatornya guna mengantisipasi terjadinya bencana longsor di wilayah Subang selatan, terutama di Kecamatan Tanjungsiang, Cisalak, Jalancagak, Ciater, Sagalaherang, serangpanjang dan Cijambe. Ada pun wilayah yang rawan terjadi rawan banjir, berada di wilayah Pantai Utara, meliputi Kecamatan Legon Kulon, Pusakanagara, Pamanukan, Ciasem dan Blanakan.

    Di lokasi tersebut, disiapkan perahu karet dan para operatornya,
    "Kami juga telah memiliki tim tanggap darurat bencana sebanyak 80 personil, mereka telah mengikuti latihan khusus keterampilan penanggulangan bencana," kata Abdurakhman menjelaskan.

    Kepala Polres Subang, Ajun Komisaris Besar Agus Nurpatria, mengatakan sudah menyiapkan dua peleton tim siaga bencana polri. "Mereka siap diterjunkan dimana saja, kapan saja dan siap bekerja sama dengan tim penanggulangan bencana lainnya," ujarnya.

    Berdasarkan catatan Tempo, bencana longsor di Subang dipicu oleh curah hujan tinggi sementara hutan penyangga yang berada di kawasan sabuk hijau selatan, kondisinya sangat memprihatinkan. Pepohonan keras yang menjadi pelindung tanah kayak yang ditebangi dan gantikan dengan kebun sayuran, terutama di wilayah Ciater.

    Ada pun bencana banjir yang melanda wilayah Pantura disebabkan ketidakmampuan sungai Cipunagara menampung debit air yang disebabkan curah hujan tinggi. Kecuali, banyak tanggul yang berada di sekitar daerah aliran sungai Cipunagara yang rawan jebol karena kondisinya sudah rapuh.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?